Sijunjung – Pemerintah Kabupaten Sijunjung berupaya melestarikan budaya Minangkabau melalui kurikulum muatan lokal (Mulok) Bahasa dan Sastra Minangkabau. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sijunjung telah menyusun kurikulum ini untuk jenjang TK, SD, dan SMP.

Kurikulum ini bertujuan mencegah budaya Minangkabau tergerus oleh kemajuan teknologi.

Tim ahli dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (Unand) telah melakukan uji publik terhadap kurikulum tersebut.

Kepala Dinas Dikbud Sijunjung, Puji Basuki, menyatakan pelestarian budaya merupakan bagian penting dari kegiatan dinas pendidikan.

Asisten I Bupati Sijunjung, Aprizal, berharap kurikulum ini dapat menanamkan kecintaan terhadap budaya Minangkabau sejak usia dini. Ia menyoroti pergeseran budaya di masyarakat dan menekankan pentingnya kurikulum ini sebagai fondasi karakter generasi mendatang.

Kurikulum ini diharapkan memotivasi peserta didik dengan materi yang menarik. Penerapannya melibatkan berbagai pihak, termasuk LKAM, alim ulama, Bundo Kanduang, dan tokoh masyarakat.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.