Jakarta – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mencatatkan kinerja positif selama periode Januari hingga September 2025. Pendapatan SIDO mencapai Rp 2,72 triliun, meningkat 3,89% secara tahunan (YoY). Laba bersih perusahaan juga mengalami kenaikan sebesar 5,19% YoY, mencapai Rp 818,54 miliar.
Meskipun demikian, prospek kinerja SIDO ke depan dibayangi tantangan daya beli masyarakat.
Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas, Fath Aliansyah Budiman, menyoroti bahwa kinerja SIDO di tahun mendatang akan dipengaruhi oleh ekspor dan permintaan domestik.
“Tantangannya adalah peningkatan volume penjualan di tengah pelemahan daya beli masyarakat,” ujarnya.
Investment Analyst Edvisor Profina Visindo, Indy Naila, memperkirakan prospek SIDO di awal tahun 2026 akan moderat. Penurunan pertumbuhan profitabilitas menjadi perhatian, meskipun margin masih stabil hingga September 2025.
“Tantangan yang dihadapi adalah daya beli masyarakat yang belum pulih dan tekanan kompetisi dari segmen herbal serta operasional yang perlu terjaga disertai inovasi produk SIDO,” kata Indy.
Research Analyst Ina Sekuritas, Rifdah Fatin Hasanah, mencatat bahwa produk herbal tetap menjadi kontributor utama SIDO, terutama didorong oleh penjualan Tolak Angin dan permintaan minyak esensial. Penjualan makanan dan minuman juga tumbuh 4% YoY, dengan pertumbuhan dua digit pada produk susu dan kopi.
Penjualan internasional SIDO tumbuh 23% YoY pada sembilan bulan pertama 2025, meningkatkan kontribusinya menjadi 9,7% dari total pendapatan. SIDO terus memperluas jangkauan globalnya, termasuk ke Afrika dan Indochina.
Analis Philip Sekuritas Indonesia, Helen, menyoroti ekspor SIDO yang mempertahankan momentum kuat, tumbuh 23% YoY ke 34 negara selama Januari-September 2025. Malaysia menjadi pasar ekspor terbesar, diikuti oleh Nigeria dan Filipina.
SIDO juga memperluas portofolio kesehatan dan kecantikannya dengan meluncurkan C+ Collagen Strawberry Lemonade, serta Sido Muncul Natural Mahoni dan Sido Muncul Natural Sari Daun Salam.
Gross profit margin (GPM) SIDO stabil di 57%, sementara operating profit margin (OPM) naik menjadi 38% karena peningkatan efisiensi.
Helen memproyeksikan pendapatan dan laba bersih SIDO tahun 2025 masing-masing sebesar Rp 4,13 triliun dan Rp 1,23 triliun.
Helen dan Rifdah merekomendasikan “Beli” saham SIDO dengan target harga masing-masing Rp 690 per saham dan Rp 620 per saham. Sementara Indy merekomendasikan “Tahan” saham SIDO dengan target harga Rp 600 per saham.












