Siak – Laboratorium mangrove seluas 20 hektar di Kampung Kayu Ara Permai, Siak, Riau, menjadi pusat konservasi dan ekowisata dengan 22 jenis tanaman mangrove. Masyarakat setempat secara swadaya mengelola laboratorium ini untuk mencegah abrasi dan melestarikan lingkungan.
Laboratorium Wisata Edukasi Mangrove Sungai Bersejarah (MSB) dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Laskar Mandiri, berkolaborasi dengan berbagai pihak.
Pengelola menggunakan tiang Nibung dan anyaman serasah daun kelapa sebagai Alat Pemecah Ombak (APO) yang ramah lingkungan.
APO telah memerangkap sedimentasi lumpur setinggi 8 sentimeter dalam dua bulan, menciptakan lahan baru bagi pertumbuhan mangrove.
MSB juga berfungsi sebagai sekolah alam, mengenalkan pentingnya mangrove kepada anak-anak.
Lebih dari 40 peneliti dari berbagai universitas telah memanfaatkan MSB sebagai lokasi penelitian dan studi.
Keberadaan MSB memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat, dengan munculnya produk olahan mangrove.
Pokdarwis Kayu Ara Permai terus mengembangkan MSB sebagai pusat konservasi, edukasi, dan ekowisata yang berkelanjutan.











