Caracas – Ekspor minyak dari Venezuela mengalami kelumpuhan di tengah gejolak akibat tindakan Amerika Serikat (AS) terhadap negara tersebut. Kondisi ini dilaporkan oleh beberapa sumber yang tidak bersedia disebutkan namanya.
Ekspor minyak Venezuela sebelumnya telah anjlok hingga jumlah minimum akibat blokade oleh Presiden AS Donald Trump terhadap seluruh kapal tanker yang dikenai sanksi. Kini, kelumpuhan total terjadi karena kapten pelabuhan belum menerima izin keberangkatan untuk kapal-kapal bermuatan.
Berdasarkan data dari layanan pelacakan kapal, sejumlah kapal pengangkut minyak mentah di Venezuela yang seharusnya berlayar menuju Amerika Serikat dan Asia, kini terparkir dan belum berangkat.
Beberapa kapal tanker lain yang sedianya akan memuat bahan bakar bahkan meninggalkan Venezuela dalam keadaan kosong. Pada Sabtu lalu, tidak ada satu pun kapal tanker yang diisi muatan di pelabuhan minyak utama negara itu di Jose.
Sumber-sumber anonim menyatakan bahwa penghentian ekspor ini berpotensi besar memaksa Venezuela untuk memangkas produksi minyaknya.
Sebelumnya, sebuah laporan media mengutip data pelacakan kapal dan pialang maritim, menyebutkan sebuah kapal tanker yang menuju Venezuela untuk mengangkut minyak telah mengubah haluan dan kini berlayar menuju Nigeria.
Di sisi lain, empat kapal tanker lainnya diketahui telah berhenti berlayar setelah AS melancarkan aksinya terhadap Venezuela.
Pada Sabtu, Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa Amerika Serikat telah melancarkan “serangan besar-besaran” terhadap Venezuela. Trump bahkan menyatakan bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, telah diculik dan dibawa keluar dari negara itu.
Sehari setelahnya, Trump secara terang-terangan menyatakan niatnya untuk mengizinkan perusahaan-perusahaan minyak AS masuk ke Venezuela. Tujuannya adalah untuk mengelola cadangan minyak mentah raksasa yang dimiliki negara tersebut.
Rencana itu disampaikan Trump dalam sebuah konferensi pers di Florida. Ia menyebut perusahaan-perusahaan energi terbesar Amerika akan menanamkan investasi miliaran dolar. Investasi tersebut bertujuan untuk memperbaiki infrastruktur minyak dan gas (migas) Venezuela yang sudah lama terbengkalai.
“Kami akan mengirim perusahaan minyak terbesar Amerika Serikat, yang terbesar di dunia, masuk ke Venezuela, menginvestasikan miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur minyak yang rusak parah, dan mulai menghasilkan uang bagi negara tersebut,” tegas Trump.
Meski begitu, Trump menegaskan bahwa embargo terhadap seluruh minyak Venezuela tetap diberlakukan. “Embargo atas seluruh minyak Venezuela tetap berlaku penuh,” tambahnya.
Pemerintah AS telah menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Venezuela sejak tahun 2017, disusul sanksi sektor minyak dua tahun kemudian. Saat ini, produksi minyak Venezuela hanya kurang dari 1 juta barel per hari, dengan sebagian besar dijual di pasar gelap pada harga diskon besar.
Trump menuduh pemerintah Venezuela menggunakan pendapatan dari minyak untuk mendanai kejahatan lintas negara. Ia mengklaim Caracas membiayai terorisme narkoba, perdagangan manusia, pembunuhan, dan penculikan menggunakan uang minyak tersebut.
Pada awal masa jabatan keduanya di tahun 2025, Trump telah mencabut berbagai izin operasi perusahaan migas multinasional di Venezuela. Hanya perusahaan AS Chevron yang memperoleh pengecualian.
Saat ini, Chevron mengoperasikan empat ladang minyak di Venezuela melalui kerja sama dengan perusahaan negara PDVSA beserta afiliasinya.
Selain itu, AS juga menerapkan blokade total terhadap kapal tanker yang masuk dan keluar dari Venezuela. Langkah ini merupakan bagian dari tekanan ekonomi yang lebih luas.
Berdasarkan data tahun 2023, Venezuela memiliki sekitar 17 persen cadangan minyak dunia. Namun, produksinya merosot tajam akibat salah kelola dan korupsi yang terjadi bertahun-tahun.
Minyak Venezuela dikenal berkualitas lebih rendah dan sebagian besar diolah menjadi solar serta produk turunan seperti aspal, bukan bensin. Amerika Serikat sendiri memiliki kilang di wilayah Teluk Meksiko yang dirancang khusus untuk mengolah jenis minyak mentah semacam itu.












