Gianyar – Semen Padang FC melakukan perombakan besar-besaran skuad dengan mendatangkan sembilan pemain baru di bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026. Langkah ini diambil sebagai upaya mendongkrak performa tim dan keluar dari zona degradasi.

Ambisi meraih poin penuh di kandang Bali United pada laga pembuka putaran kedua, Sabtu (24/1/2026) di Stadion I Wayan Dipta, menjadi ujian pertama bagi efektivitas strategi belanja pemain yang diterapkan manajemen. Pertandingan ini dianggap krusial bagi tim berjuluk Kabau Sirah untuk memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Tujuh pemain asing baru, termasuk Boubakary Diarra, Kianz Froese, Kazuki Nakagawa, Jaime Giraldo, Ravy Tsouka, Guillermo Fernández, dan Maicon de Souza yang baru saja bergabung dari Borneo FC, didatangkan untuk memperkuat tim. Selain itu, dua pemain lokal, Rendy Oscario dan Ghufron, juga turut memperkuat tim.

Pelatih Kepala Semen Padang FC, Dejan Antonic, menyadari tantangan adaptasi pemain baru. Ia menekankan pentingnya meraih poin di setiap pertandingan. “Kita datang ke sini untuk curi poin, karena melihat klasemen sekarang tim ini sangat membutuhkan poin,” ungkapnya.

Antonic juga mengakui bahwa pertandingan pertama di putaran kedua akan berlangsung sengit, terutama karena Bali United saat ini berada di posisi 8 dan bermain di kandang sendiri. “Game pertama pasti berat untuk kedua tim, semoga kita bisa mulai positif di putaran kedua ini,” ujarnya.

Sementara itu, pemain anyar Semen Padang FC, Boubakary Diara, menyatakan optimisme timnya mampu meraih hasil positif di Bali. “Semen Padang FC punya kesempatan untuk mendapat poin di sini. Kita hanya perlu fokus, konsentrasi dan berpikir positif,” tegasnya.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.