Padang – PT Semen Padang memperkuat komitmennya dalam mendukung pembangunan kembali Sumatera Barat pasca-bencana dengan memastikan produk sepablok akan menjadi material utama dalam proyek hunian sementara (huntara) yang diinisiasi oleh Danantara Indonesia.

Dony Oskaria, COO Danantara Indonesia, menegaskan bahwa sepablok akan menjadi standar material untuk seluruh proyek huntap yang dikembangkan oleh Danantara. Hal ini disampaikan saat acara pelepasan pengiriman perdana sepablok untuk pembangunan huntap di Sumatera Barat, yang berlangsung pada Jumat, 20 Februari 2016, di lingkungan PT Semen Padang.

Proyek pembangunan huntap ini akan melibatkan 500 unit yang dikerjakan oleh Buddha Suci, dengan alokasi 340 unit di Air Dingin, Kota Padang, dan 160 unit di Kabupaten Agam. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Direktur Sales dan Marketing SIG Dicky Saelan, serta Direktur Utama Semen Padang Pri Gustari Akbar.

“Semua huntap sebaiknya menggunakan sepablok,” ujar Oskaria, menekankan pentingnya penggunaan material tersebut. Ia menambahkan, “Hasilnya bagus, dan bagian dalam rumah terasa lebih dingin dibandingkan suhu di luar.” Lebih lanjut, Oskaria meminta agar seluruh huntap Danantara menggunakan sepablok, menjadikannya “seperti rumah contoh sepablok dari Semen Padang.”

Selain kolaborasi dengan Buddha Suci, sepablok juga telah digunakan dalam pembangunan huntap yang diinisiasi oleh Kadin Indonesia di Batu Busuk, Kota Padang. Saat ini, penjajakan kerja sama dengan Kementerian PUPR dan BNPB terkait pembangunan huntap melalui anggaran APBN juga tengah berlangsung.

Semen Padang terus berupaya meningkatkan perannya dalam menyediakan hunian yang layak dan nyaman bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat melalui produk sepablok. Oskaria menjelaskan bahwa sepablok memiliki keunggulan dalam hal kekokohan, efisiensi pemasangan, serta memberikan kenyamanan termal bagi penghuni.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.