Agam – Di tengah duka pascabanjir bandang yang melanda, PT Semen Padang hadirkan secercah harapan bagi anak-anak Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Melalui Posko Semen Padang Peduli, puluhan anak terdampak mengikuti kegiatan trauma healing yang penuh keceriaan pada Rabu malam.

Koordinator Lapangan Semen Padang Peduli, Hendra Wayan, menjelaskan, kegiatan ini merupakan upaya untuk memulihkan kondisi psikologis anak-anak yang terguncang akibat bencana. “Kegiatan ini kami lakukan untuk membantu mengurangi trauma yang dialami anak-anak setelah bencana besar di daerah ini,” ujarnya. Ia menambahkan, pendampingan psikososial sangat penting agar anak-anak merasa aman dan diperhatikan selama masa pemulihan.

Sekitar 50 anak terlibat dalam berbagai permainan edukatif yang dirancang untuk mengembalikan keceriaan mereka. Gelak tawa riang terdengar memenuhi ruangan, seolah menghapus sementara pengalaman traumatis yang baru saja mereka alami.

Usai bermain, anak-anak diajak untuk nonton bareng film “Surau dan Silek.” Film yang berlatar budaya Minangkabau ini berhasil menarik perhatian mereka. Anak-anak duduk dengan antusias menikmati kisah yang kaya akan nilai persahabatan dan keberanian.

Rasa senang dan lega terpancar dari wajah Raka Perdana, salah seorang peserta. “Aku senang sekali. Jadi tidak takut lagi,” ungkapnya.

Senada dengan Raka, Muhammad Afif Ikrami juga menyampaikan kegembiraannya. “Seru, banyak teman baru. Besok mau ikut lagi kalau ada. Terima kasih PT Semen Padang,” katanya.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menegaskan pada Rabu (27/6/2025), bahwa kegiatan trauma healing ini adalah bagian dari komitmen perusahaan untuk mendampingi masyarakat terdampak bencana, khususnya anak-anak yang rentan secara psikologis. “Ini wujud nyata kepedulian kami. Tidak hanya bantuan logistik, tetapi juga perhatian pada pemulihan mental anak-anak, karena mereka adalah generasi yang harus kita jaga,” tegasnya.

Sejak awal bencana, Semen Padang Peduli telah bergerak cepat menyalurkan bantuan ke berbagai wilayah terdampak di Kabupaten Agam dan Sumatera Barat. Kegiatan trauma healing ini menjadi pelengkap dari upaya pemulihan yang tengah dilakukan, dengan harapan anak-anak dapat kembali ceria dan bangkit dari trauma.

Win menambahkan, langkah ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden RI, khususnya poin ke-5 tentang peningkatan kualitas lingkungan hidup dan poin ke-7 mengenai penguatan ketahanan bencana. “Kami berharap kehadiran relawan dapat mempercepat pemulihan pascabencana,” tutupnya.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.