Ternate – Kekalahan tipis 0-1 Semen Padang FC dari Malut United di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Minggu (26/10) malam, menyisakan kekecewaan mendalam bagi Caretaker Pelatih Semen Padang FC, FX Yanuar. Kekecewaan itu dipicu oleh gol semata wayang yang lahir dari titik putih pada menit ke-76.
Yanuar mengungkapkan kekecewaannya atas keputusan penalti tersebut. “Saya kecewa dengan keputusan penalti itu. Kualitas pertandingan harus dijaga, dan kompetisi ini seharusnya mencerminkan profesionalitas tinggi. Kalau ada teknologi VAR, ya gunakan. Buat apa bicara keadilan kalau pertandingan tidak bersuara,” ujarnya usai laga, Minggu (26/10), dengan nada menahan emosi.
Gol yang dicetak Tyronne del Pino melalui penalti menjadi pembeda dalam duel yang diwarnai tensi tinggi tersebut. Menurut Yanuar, sorotan utama tertuju pada keputusan wasit yang dianggap merugikan timnya. Selain penalti, ia juga menilai sejumlah keputusan lain tidak konsisten. “Beberapa kartu kuning juga tidak fair. Seharusnya wasit bisa memanfaatkan VAR untuk menilai kejadian dengan benar,” tegas pelatih asal Malang itu.
Meski demikian, Yanuar tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya yang tampil disiplin dan solid, bahkan setelah harus bermain dengan 10 pemain di babak kedua. “Anak-anak sudah berjuang luar biasa. Mereka bertahan dengan hati,” tambahnya.
Nada serupa juga dilontarkan Abrizal, pemain Semen Padang yang juga putra daerah Maluku Utara. “Kenapa tidak cek VAR? Kami sudah berjuang keras meskipun bermain dengan 10 orang. Tapi akhirnya kalah karena penalti itu,” keluhnya, Minggu (26/10).
Abrizal mengaku bangga bisa tampil di tanah kelahirannya. “Main di Stadion Gelora Kie Raha itu kebanggaan tersendiri. Ini rumah saya, meskipun hasilnya belum sesuai harapan,” ujar Abrizal.
Dengan kemenangan ini, Malut United semakin kokoh di papan atas klasemen sementara BRI Super League 2025/2026, sementara Semen Padang masih berjuang keluar dari zona degradasi.











