Padang – Semen Padang FC menunjukkan peningkatan signifikan dalam memaksimalkan peluang dari bola mati pada putaran kedua BRI Liga 1. Meskipun demikian, tim masih berjuang untuk mencetak gol dari permainan terbuka. Kemenangan tipis 1-0 atas Persita Tangerang di Stadion Haji Agus Salim pada Senin (8/2/2026) menjadi contoh nyata efektivitas strategi bola mati yang diterapkan.
Pada laga pembuka putaran kedua, Semen Padang FC berhasil menahan imbang Bali United dengan skor 3-3 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Seluruh gol yang dicetak oleh tim berjuluk Kabau Sirah tersebut berasal dari situasi bola mati. Dua gol tercipta dari tendangan penjuru, dan gol penyeimbang yang dicetak oleh Ripal Wahyudi juga berawal dari tendangan set piece yang dieksekusi oleh Irsyad Maulana.
Setelahnya, Semen Padang FC bermain imbang tanpa gol saat berhadapan dengan PSM Makassar. Kemudian, saat menjamu Persita Tangerang, Kabau Sirah berhasil mengamankan tiga poin berkat gol tunggal yang dicetak oleh Diego Mauricio melalui titik penalti di masa injury time. Gol tersebut menyelamatkan Semen Padang FC dari hasil imbang.
Terlepas dari hasil positif tersebut, data menunjukkan bahwa Semen Padang FC masih menghadapi tantangan dalam membangun serangan dan mengkonversi peluang menjadi gol. Menanggapi hal ini, Dejan Antonic menyatakan optimisme. “Yang terpenting kita mendapatkan hasil positif, dari putaran kedua dimulai kita mampu mencuri poin di kandang lawan dan menghadapi Persita kita mampu mengamankan tiga poin di kandang sendiri,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa timnya terus berkembang menjadi lebih baik.










