Padang – PT Semen Padang terus memperkokoh komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui program Basinergi Mambangun Nagari (BMN). Kali ini, perusahaan semen pertama di Indonesia tersebut menggandeng Forum Pemberdayaan Masyarakat (FPM) Kelurahan Koto Lua, Kecamatan Pauh, Kota Padang, untuk menyelenggarakan Pelatihan Bahasa dan Budaya Jepang yang telah berjalan selama enam bulan sejak Juni.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menjelaskan bahwa pelatihan ini adalah bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang berorientasi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dan dijalankan sesuai ISO 26000 tentang Social Responsibility. “Program ini bukan sekadar pelatihan, tetapi investasi sosial jangka panjang untuk menekan angka kemiskinan di sekitar wilayah perusahaan,” ujarnya. Win menambahkan pada Jumat (27/6/2025), peserta yang lulus pelatihan akan mengikuti tes resmi, dan jika lolos, akan langsung diberangkatkan untuk bekerja di Jepang.
Kegiatan yang melibatkan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPK) Kamisato Gakuin Center ini diikuti oleh peserta dari Kelurahan Koto Lua, Batu Gadang, dan Limau Manis Selatan. Para peserta antusias mempelajari bahasa dan budaya Jepang sebagai persiapan untuk meraih peluang kerja di Jepang.
Win Bernadino juga menyampaikan, pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat. “Dengan bekerja di Jepang, peserta berpenghasilan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Kami berharap kesempatan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mengubah masa depan mereka,” katanya dengan optimisme pada Jumat (27/6/2025).
Program ini selaras dengan kebijakan Asta Cita pemerintah, khususnya dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia agar unggul, produktif, dan berdaya saing global. Melalui dukungan sektor industri, pelatihan ini menjadi bukti nyata sinergi antara dunia usaha dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Staf TJSL Unit CSR PT Semen Padang, Nurwan, menjelaskan, peserta yang direkrut adalah generasi muda dari keluarga kurang mampu yang memiliki tekad kuat untuk memperbaiki kehidupan melalui jalur kerja ke luar negeri. “Melalui kerja sama dengan Forum Pemberdayaan Masyarakat Koto Lua dan LPK Kamisato Gakuin Center, kami memberikan pelatihan intensif bahasa dan budaya Jepang. Sebab, kemampuan berbahasa dan pemahaman budaya menjadi kunci utama untuk bisa bekerja di sana,” ujarnya pada Jumat (27/6/2025).
Nurwan menambahkan, program ini merupakan proyek percontohan yang akan dievaluasi dan dikembangkan ke forum nagari lainnya di sekitar wilayah operasi perusahaan. “Jika program ini berhasil memberangkatkan peserta ke Jepang, kami akan mendorong forum-forum lain mengadopsi model ini. Ini sejalan dengan semangat Basinergi Mambangun Nagari yang menekankan pemberdayaan berbasis komunitas,” jelasnya.
Ketua FPM Kelurahan Koto Lua, Nofial, mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari kolaborasi berkelanjutan antara PT Semen Padang dan masyarakat. “Seluruh pembiayaan pelatihan ini didukung penuh oleh PT Semen Padang melalui program BMN. Kami berterima kasih atas dukungan perusahaan yang terus memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitarnya,” ujarnya pada Jumat (27/6/2025).
Nofial menjelaskan, biaya pelatihan per peserta sebesar Rp6,5 juta bersifat bergulir. “Artinya, dana tersebut akan dikembalikan setelah peserta bekerja di Jepang dan digunakan kembali untuk membiayai peserta berikutnya. Ini menjadi model pemberdayaan yang berkelanjutan,” katanya.
Selain itu, biaya keberangkatan ke Jepang yang mencapai sekitar Rp30 juta per orang difasilitasi oleh investor yang bekerja sama dengan FPM Koto Lua. “Peserta yang berasal dari keluarga kurang mampu tak perlu khawatir. Investor sudah siap menanggung biaya keberangkatan, dan dengan gaji di Jepang yang cukup tinggi, mereka bisa mengembalikan dana itu dalam waktu sekitar empat bulan,” jelasnya.
Instruktur LPK Kamisato Gakuin Center, Yukeisya, mengatakan, pelatihan dilaksanakan setiap Senin hingga Sabtu pukul 08.00–16.00 WIB, dengan materi yang meliputi bahasa kerja, kesopanan, komunikasi profesional, hingga budaya disiplin khas Jepang. “Selama lima bulan terakhir, peserta menunjukkan semangat belajar luar biasa. Kami juga membimbing mereka untuk memperoleh sertifikat N4 yang menjadi salah satu syarat utama bekerja di Jepang,” ungkapnya pada Jumat (27/6/2025).
Wardah Putri Maghfirah, salah satu peserta dari Limau Manis Selatan, mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan yang diberikan oleh PT Semen Padang. “Kesempatan ini sangat berarti. Lapangan kerja di dalam negeri terbatas, sementara peluang di Jepang besar. Gajinya tinggi dan bisa menjadi modal membuka usaha setelah pulang ke Indonesia,” ujarnya penuh semangat.
Program pelatihan bahasa dan budaya Jepang ini menjadi bukti nyata komitmen PT Semen Padang tidak hanya pada produksi semen, tetapi juga pada pembangunan sosial. Melalui program TJSL dan BMN, perusahaan terus memperkuat kapasitas masyarakat agar mampu mandiri dan berdaya saing global.












