Batam – Semen Padang Hospital (SPH) menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Dua tim inovasi SPH berhasil meraih penghargaan bergengsi dalam Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) XXIX Tahun 2025 di Batam, yakni Predikat Platinum dan Predikat Gold.
Tim Quadran Diagnostik menjadi salah satu yang bersinar di ajang TKMPN tahun ini dengan meraih Predikat Platinum. Inovasi yang diusung adalah efisiensi penggunaan film rontgen thorax AP/PA. Tim ini berhasil mengembangkan teknik penggunaan film rontgen dengan memodifikasi ukuran film 35×43 cm menjadi 17,5×23,5 cm sehingga lebih efisien.
Langkah sederhana namun inovatif ini mampu menghemat 40% biaya Bahan Habis Pakai (BHP) per pasien, tanpa mengurangi kualitas citra rontgen yang dibutuhkan oleh dokter radiologi. Selain itu, inovasi ini menurunkan beban operasional alat, dan mengurangi limbah medis, menjadikan pelayanan radiologi SPH lebih hemat, efektif, dan ramah lingkungan.
Selain bidang diagnostik, SPH juga mengukuhkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan. Tim PENYABU (Penyelamat Bumi) meraih Predikat Gold dengan inovasi Modifikasi Scum Skimmer Statis dengan Sistem Penggerak Airlift pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Inovasi ini mampu menyelesaikan permasalahan utama IPAL SPH, yaitu tingginya kadar TSS (Total Suspended Solid) yang sempat mencapai 47,3 mg/L—melebihi baku mutu. Setelah inovasi diterapkan, nilai TSS turun drastis menjadi 12,8 mg/L, jauh di bawah batas maksimal yang dipersyaratkan.
Selain meningkatkan kualitas air limbah rumah sakit, inovasi ini juga memberikan dampak efisiensi biaya hingga 95%, mengurangi pekerjaan manual operator IPAL, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih bersih, aman, dan bebas bau.
Direktur Semen Padang Hospital, Selfi Farisha menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada kedua tim inovator tersebut. Menurutnya, prestasi ini adalah bukti nyata bahwa SPH tidak hanya fokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga pada perbaikan berkelanjutan dan inovasi yang berdampak langsung pada efisiensi biaya, kenyamanan kerja, dan kelestarian lingkungan.
“Inovasi bukan hanya proyek, tetapi budaya. Kita ingin setiap unit di SPH terus memiliki semangat memperbaiki diri dan menciptakan gagasan yang membawa manfaat nyata bagi pasien, rumah sakit, dan lingkungan,” ujarnya, Jumat (27/6/2025).
Baik inovasi Quadran Diagnostik maupun inovasi PENYABU sama-sama menunjukkan bahwa peningkatan mutu tidak selalu harus mahal atau kompleks. Dengan kolaborasi, kreativitas, dan kegigihan, tim dapat menghadirkan solusi yang efektif dan berkelanjutan.
Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh insan SPH untuk terus menjadikan inovasi sebagai budaya kerja, sekaligus memperkuat posisi Semen Padang Hospital sebagai salah satu rumah sakit yang konsisten mengedepankan kualitas, efisiensi, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.












