Padang – Semen Padang FC menghadapi sorotan tajam usai kekalahan memilukan di kandang sendiri melawan Persis Solo dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026. Pertandingan pekan ke-17 tersebut tidak hanya mengecewakan para pendukung, tetapi juga memicu evaluasi mendalam dari internal tim.

Pelatih kepala Semen Padang FC, Dejan Antonic, secara terbuka mempertanyakan dedikasi para pemainnya setelah kekalahan tersebut. Dalam konferensi pers pasca-pertandingan, ia mengungkapkan kekecewaannya atas performa tim yang dinilai kurang maksimal.

“Kalau pemain sudah tidak ada hati lagi untuk klub, lebih baik pergi saja,” ujarnya, mengindikasikan perlunya perubahan signifikan dalam komposisi skuad. Ia menekankan bahwa tim membutuhkan pemain yang memiliki semangat juang tinggi dan bersedia berjuang dalam situasi sulit.

Antonic menambahkan, tim berjuluk Kabau Sirah memerlukan pemain yang memiliki mentalitas kuat dan siap berkorban demi tim. “Mereka yang tidak ingin berjuang lebih baik cari klub lain saja. Karena situasi kita sangat parah sekali, makanya kita butuh pemain yang seperti macan,” katanya.

Lebih lanjut, Antonic menyoroti adanya indikasi egoisme di antara beberapa pemain yang dinilai tidak menjalankan instruksi yang telah diberikan. Menurutnya, hal ini tercermin dalam penampilan tim di babak kedua. “Di kamar ganti ada beberapa keputusan ada yang sendiri-sendiri dan terlihat pada babak kedua kita main tidak sesuai yang didiskusikan pada jeda waktu. Seharusnya kita semua mali dengan hasil laga ini,” jelasnya.

Sebelum pertandingan, Antonic mengaku optimistis timnya mampu meraih hasil positif, terutama karena bermain di kandang sendiri dengan dukungan penuh dari suporter. Ia juga menyoroti sejumlah peluang yang gagal dimanfaatkan di awal babak. “Kita punya banyak kesempatan, dua kali dari Steward tapi belum bisa masuk gol,” ungkapnya.

Sementara itu, pemain Semen Padang FC, Zidan Afandi, turut menyuarakan kekecewaannya atas hasil yang mengecewakan tersebut. “Jujur kami semua kecewa ini memang bukan hasil yang kita harapkan,” tuturnya.

Dengan kekalahan ini, Semen Padang FC semakin terpuruk di klasemen sementara, menduduki peringkat 17 dengan hanya mengumpulkan 10 poin. Pada 17 November 2025, Irsyad Maulana dan rekan-rekannya dituntut untuk segera melakukan perbaikan jika ingin menghindari zona degradasi.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.