Padang – Semen Padang FC membutuhkan momentum untuk bangkit kembali usai empat kali kalah beruntun di Liga 1. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Utama Semen Padang FC, Hermawan Ardiyanto. Momentum itu dinilai krusial untuk memulihkan kepercayaan diri pemain.
“Tim ini sebenarnya sudah dipersiapkan dengan sangat baik sejak awal musim. Hampir tidak ada masalah, baik teknis maupun nonteknis,” ujar Hermawan.
Hermawan menjelaskan, mantan pelatih Eduardo Almeida bahkan yakin pemainnya bisa bersaing dengan klub lain di Liga 1. Keyakinan itu sempat terwujud saat Semen Padang FC menang melawan Dewa United.
“Momentum itu sebenarnya sudah terbentuk. Tapi ketika motivasi sedang tinggi dan tim bersiap menghadapi Persita di akhir Agustus, terjadi masalah keamanan di Indonesia sehingga pertandingan harus ditunda sekitar dua minggu,” jelasnya.
Menurut Hermawan, penundaan itu berdampak pada ritme permainan dan mental tim. Usai penundaan, Semen Padang FC hanya mampu bermain imbang melawan PSM Makassar di kandang, sebelum akhirnya performa menurun dan mengalami empat kekalahan beruntun.
Manajemen telah melakukan sejumlah perubahan untuk mengembalikan momentum kebangkitan, termasuk pergantian pelatih ke Dejan Antonic dan restrukturisasi pengurus klub. “Semua perubahan ini kami lakukan agar Semen Padang FC bisa kembali menemukan semangat dan momentum kebangkitannya,” kata Hermawan.
Ia berharap momentum itu hadir saat Semen Padang FC menjamu Bhayangkara FC di Stadion H. Agus Salim, Padang, pada Jumat (20/10/2025) mendatang. “Kami yakin, begitu tim mendapatkan kembali momentumnya, hasil positif akan mengikuti,” tutup Hermawan pada Jumat (27/6/2025).











