Malang – Semen Padang FC melakukan perombakan besar-besaran skuad di tengah upaya mereka untuk menghindari degradasi dari Liga 1 Indonesia. Sebanyak 13 pemain baru didatangkan pada bursa transfer paruh musim, sebuah langkah yang diharapkan dapat mendongkrak performa tim berjuluk Kabau Sirah tersebut.
Saat ini, Semen Padang FC berada di peringkat ke-16 klasemen sementara dengan raihan 15 poin dari 20 pertandingan. Kemenangan 1-0 atas Persita Tangerang pada laga sebelumnya memberikan sedikit harapan, namun tim pelatih menyadari bahwa perjuangan masih panjang.
Menjelang pertandingan krusial melawan Arema FC di Stadion Kanjuruhan pada Minggu (15/2/2026), pelatih kepala Semen Padang FC menekankan pentingnya fokus dan kerja keras. “Tetap fokus, dari tiga laga sebelumnya cukup positif,” ujarnya dalam konferensi pers, Sabtu (14/2/2026).
Pelatih juga menyinggung target yang ingin dicapai dalam setiap pertandingan. “Di manapun bertanding kita mau menang, kalaupun kita tidak bisa menang jangan sampai kalah. Tiga poin atau satu poin sangat penting untuk kita,” tambahnya.
Kedatangan sejumlah pemain baru, baik lokal maupun asing, diakui oleh pelatih menghadirkan tantangan tersendiri dalam hal adaptasi dan kekompakan tim. “Ya hampir satu skuad pemain yang datang untuk membantu membawa kita ke posisi yang lebih baik,” ungkapnya.
Ia menekankan urgensi untuk menyatukan pemain baru dan lama secepat mungkin. “Tidak ada terlalu banyak waktu jangan lupa kita harus segera tim ini kompak, menyatukan semua ide-ide yang kita punya. Puji Tuhan sampai sekarang semua berjalan oke,” jelasnya.
Lebih lanjut, pelatih mengungkapkan tekanan yang dirasakan saat tim berada di zona degradasi. “Kalau kita main di tim yang berada di zona merah itu jauh lebih bahaya daripada di papan atas dan tengah,” katanya, seraya menegaskan bahwa timnya tidak memiliki waktu untuk bersantai dan harus tetap fokus serta disiplin.











