Gianyar – Semen Padang FC menunjukkan performa impresif dengan menahan imbang tuan rumah Bali United 3-3 dalam laga pembuka putaran kedua BRI Super League. Pertandingan sengit ini berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada Sabtu (24/1/2026).
Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic, mengungkapkan bahwa timnya sebenarnya berpeluang untuk mengamankan kemenangan penuh. “Saya pikir kita bisa menang, tapi akhirnya tidak,” ujarnya usai pertandingan, seraya menambahkan, “Anak-anak sudah kerja keras di laga ini.”
Antonic juga menyoroti keberhasilan timnya menjadi yang pertama dalam beberapa pertandingan terakhir yang mampu mencetak tiga gol ke gawang Bali United. Ia memuji penampilan gemilang anak asuhnya, terutama di babak pertama. “Babak pertama kita main fantastik, secara taktik juga fantastik,” jelasnya. “Kita cetak dua gol dan punya beberapa peluang besar. Jangan lupa dua gol yang dianulir oleh wasit.”
Namun, momentum pertandingan bergeser di babak kedua akibat beberapa pemain mengalami cedera dan harus ditarik keluar lapangan. “Momen yang mengubah pertandingan ketika ada tiga pemain cedera dan kita harus ganti,” kata Antonic. “Bukan karena kita mau, tapi karena terpaksa. Semoga cedera mereka tidak parah.”
Kianz Froese, pemain Semen Padang FC, menilai bahwa hasil imbang tersebut merupakan hasil yang adil bagi kedua tim. “Kami memulai laga dengan sangat baik dan unggul 2-0,” ungkapnya. “Lalu kami kebobolan beberapa gol yang cukup tidak beruntung, tetapi kami bisa menyamakan skor di akhir.”
Antonic menyimpulkan bahwa timnya datang ke Bali dengan target mencuri poin, dan mereka berhasil mewujudkannya. “Dari awal kita datang kesini untuk curi poin dan kita berhasil melakukan itu. Kita mulai putaran kedua dengan positif,” pungkasnya.










