Padang – PT Semen Padang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar perusahaan melalui program Basinergi Mambangun Nagari (BMN). Wujud komitmen tersebut direalisasikan dengan menyerahkan bantuan peralatan pertanian dan modal usaha kepada masyarakat Kelurahan Koto Lalang, Kecamatan Lubuk Kilangan.
Bantuan dengan total nilai Rp64 juta itu diserahkan kepada masyarakat Koto Lalang yang terdiri dari satu unit mesin hand tractor, satu unit mesin potong rumput, dan dua unit mesin semprot hama senilai Rp50 juta. Selain itu, diserahkan pula bantuan modal usaha sebesar Rp7 juta untuk pengembangan usaha itik petelur yang dikelola Karang Taruna Koto Lalang, serta bantuan Rp7 juta untuk peningkatan kapasitas UMKM pengrajin arang batok kelapa.
Staf TJSL Unit CSR PT Semen Padang, Nurwan, menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada Ketua Forum Nagari Koto Lalang, Maulana Sardi, Jumat (27/6/2025) di halaman Kantor Forum Nagari Koto Lalang. Penyerahan bantuan tersebut juga bertepatan dengan kegiatan Launching Program Forum Nagari Tahun 2025 Tahap I. Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan Polsek Lubuk Kilangan, Koramil 04, Ketua Forum Nagari Kecamatan Lubuk Kilangan Ivan Arizal, Lurah Koto Lalang Hartati, Ketua LPM Basrul, serta sejumlah Ketua RT dan RW.
Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang, Ilham Akbar, Jumat (27/6/2025) mengatakan, bantuan ini merupakan wujud tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan yang berorientasi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dengan mengacu pada standar ISO 26000 Social Responsibility. “Kami berharap program ini memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya petani dan pelaku UMKM, agar lebih produktif dan sejahtera,” katanya.
Nurwan menambahkan, bantuan ini merupakan bentuk dukungan konkret perusahaan terhadap peningkatan kapasitas masyarakat di bidang ekonomi produktif. Ia berharap peralatan pertanian yang disalurkan dapat dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. “Harapan kami, peralatan pertanian ini tidak hanya dipakai sesaat, tetapi dijaga dan dirawat dengan baik agar manfaat dari peralatan ini bisa dirasakan dalam jangka panjang. Dengan demikian, dampak sosial dari peralatan ini bisa berkelanjutan bagi para petani dan masyarakat Koto Lalang,” kata Nurwan.
Lebih lanjut, Nurwan mendorong penerima manfaat bantuan peningkatan kapasitas usaha arang batok kelapa untuk terus berinovasi. “Kami ingin UMKM arang batok kelapa bisa naik kelas, misalnya dengan memproduksi briket atau olahan lainnya yang bisa menembus pasar lebih luas,” ujarnya.
Terkait bantuan budidaya itik petelur, Nurwan berpesan agar para pengelola Karang Taruna mempersiapkan diri dengan pengetahuan yang cukup sebelum memulai usaha. “Budidaya itik petelur ini tidak mudah, karena akan ada tantangan-tantangan ke depan. Jadi, sebelum memulai, tingkatkan dulu pengetahuan dan kemampuan tentang teknik beternak yang baik. Jangan sampai karena hasil telurnya tidak maksimal, akhirnya itiknya dijual jadi bebek goreng,” ucapnya.
Maulana Sardi menyampaikan rasa terima kasih kepada PT Semen Padang atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, bantuan ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan pelaku usaha mikro. “Di wilayah kami, terutama di Gurun Kudu dan Koto Duku, sebagian besar masyarakat adalah petani. Dengan adanya bantuan peralatan pertanian ini, mereka bisa lebih semangat dan efisien dalam menggarap sawah dan ladang,” katanya.
Senada dengan Maulana, Lurah Koto Lalang, Hartati, memberikan apresiasi terhadap kolaborasi antara PT Semen Padang dan Forum Nagari. Ia menilai sinergi tersebut menjadi model pemberdayaan masyarakat yang patut dicontoh dan terus dipertahankan. “Kerja sama seperti ini harus terus dijaga. Masih banyak masyarakat yang membutuhkan perhatian, dan kami berharap PT Semen Padang tidak bosan memperhatikan warga Koto Lalang,” ujarnya.
Riko, salah seorang pelaku usaha arang batok kelapa, mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan modal dari PT Semen Padang. “Dengan adanya bantuan ini, kami bisa menambah kapasitas produksi dan mempercepat proses pembakaran,” ujarnya. Ia berharap dengan peningkatan produksi, pendapatannya juga akan meningkat. “Terima kasih kepada PT Semen Padang dan Forum Nagari Kelurahan Koto Lalang. Bantuan ini bukan hanya soal uang, tapi merupakan bentuk kepercayaan agar kami bisa mandiri,” pungkas Riko.












