Magelang – PT Semen Indonesia (SIG) mendapat sorotan terkait perlunya adaptasi terhadap perubahan zaman agar tetap kompetitif di industri. Peringatan ini disampaikan oleh COO Danantara, Dony Oskaria, dalam sebuah pembekalan di Akademi Militer, Magelang.
Dalam acara retret yang melibatkan 163 peserta dari Semen Indonesia Grup (SIG), Dony Oskaria menekankan urgensi transformasi. “Tidak ada yang abadi, kecuali perubahan itu sendiri,” ujarnya, mengutip filsuf Heraclitus.
Dony Oskaria juga menyinggung tiga fokus utama yang telah diupayakan oleh Presiden Prabowo, dimulai dari ketahanan pangan. Ia menyatakan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan berkat harga pupuk yang terjangkau dan program cetak sawah baru.
Lebih lanjut, Dony Oskaria menekankan pentingnya membangun ketahanan energi, yang diartikan sebagai ketersediaan energi tanpa bergantung pada impor. Ketiga, ia menyoroti ketahanan sumber daya manusia, yang mencakup penduduk yang sehat dan pendidikan yang merata. Menurutnya, MBG, sekolah rakyat, cek kesehatan massal, dan lapangan kerja adalah solusi awal untuk mencapai tujuan tersebut.
Secara khusus, Dony Oskaria menyoroti kebutuhan akan perubahan internal di Semen Indonesia. “Jika dulu, pertumbuhan ekonomi terlalu lancip, maka sekarang sama-sekali tidak boleh lagi,” tegasnya.
Berdasarkan temuan dan analisis Danantara, akar permasalahan di BUMN terletak pada kepemimpinan, bukan pada karyawan. “Persoalan pada hampir semua BUMN, bukan karena karyawan, pelakunya adalah pimpinan BUMN,” ungkapnya, sambil memberikan contoh kasus BUMN yang awalnya besar dan sehat, namun kemudian mengalami kemunduran.
Dony Oskaria menekankan bahwa Semen Indonesia harus beroperasi sesuai dengan norma yang benar dan menghindari praktik manipulasi laporan keuangan.
Dalam konteks manajemen, seorang CEO harus memiliki visi yang jelas tentang arah perusahaan dan mampu mengidentifikasi posisi perusahaan saat ini serta langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan tanpa bergantung pada konsultan. “CEO harus punya dan tahu perusahaan akan dibawa kemana,” katanya. Ia menambahkan bahwa perusahaan akan bermasalah jika seorang direktur utama hanya duduk di kantor dan menikmati posisinya tanpa turun ke lapangan.
Seorang CEO harus mampu membangun visi yang tajam dan mengkomunikasikannya kepada seluruh karyawan, serta secara aktif mengawal visi tersebut dan sering berada di lapangan.
Direktur Utama Semen Indonesia, Indrieffouny Indra, menyatakan bahwa paparan Dony Oskaria akan menjadi catatan penting bagi para CEO dalam menjalankan tugas sehari-hari. Ia juga menekankan pentingnya menjaga pasar saat ini.












