Payakumbuh – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berupaya meningkatkan kualitas pendidikan khusus dengan melakukan evaluasi langsung ke Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 1 Payakumbuh. Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Barat, Arry Yuswandi, melakukan kunjungan kerja untuk meninjau efektivitas layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.
Dalam kunjungan tersebut, Arry Yuswandi meninjau proses belajar mengajar, memeriksa kondisi infrastruktur sekolah, dan berdialog dengan kepala sekolah serta para guru. Interaksi langsung dengan siswa juga dilakukan untuk memahami suasana belajar di SLB.
Arry Yuswandi menyatakan bahwa pendidikan inklusif dan pendidikan khusus adalah fondasi penting dalam upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk menyediakan pendidikan yang setara bagi semua. “Anak-anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak, bermutu, dan berkelanjutan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pemerintah provinsi bertanggung jawab untuk memberikan dukungan yang memadai kepada sekolah-sekolah luar biasa.
Apresiasi diberikan kepada para pendidik dan staf SLBN 1 Payakumbuh atas dedikasi mereka dalam membimbing siswa berkebutuhan khusus. Arry Yuswandi menekankan bahwa guru di SLB memiliki peran ganda, tidak hanya sebagai pengajar tetapi juga sebagai mentor dalam membangun kemandirian dan kepercayaan diri siswa.
Sekdaprov juga menyoroti pentingnya pemeliharaan fasilitas dan dukungan berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik. Hal ini dianggap krusial agar layanan pendidikan khusus dapat terus berkembang dan beradaptasi dengan kebutuhan siswa. “Kami akan terus mendorong koordinasi lintas perangkat daerah agar kebutuhan sekolah luar biasa dapat diakomodasi secara bertahap dan terukur, sesuai dengan kemampuan keuangan daerah,” tegasnya.
Diharapkan, pada 19 Januari 2026, SLBN 1 Payakumbuh dapat terus menjadi pusat layanan pendidikan khusus yang ramah, inklusif, dan berkualitas, serta menjadi contoh bagi sekolah luar biasa lainnya di Sumatera Barat, demikian harapan Arry Yuswandi.










