Padang – Kota Sawahlunto tengah mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah bagi 11 cabang olahraga dalam perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat. Pemerintah Kota (Pemkot) setempat berupaya mengoptimalkan potensi ekonomi lokal melalui ajang tersebut.
Dalam rapat koordinasi yang digelar pada Rabu (18/2/2026) di Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Parpora), Pemkot dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sawahlunto membahas strategi untuk memaksimalkan dampak ekonomi dari Porprov.
Wakil Wali Kota Sawahlunto, Jeffry Hibatullah, menyatakan bahwa pengajuan diri sebagai tuan rumah sejalan dengan visi daerah untuk menjadikan Sawahlunto sebagai pusat penyelenggaraan berbagai acara. “Dengan kehadiran atlet dan ofisial dari seluruh kabupaten/kota di Sumatera Barat, kami berharap sektor UMKM dan pariwisata lokal dapat tergerak,” ungkapnya.
Ketua Umum KONI Sawahlunto, Jhon Reflita, menegaskan kesiapan pihaknya untuk mencari dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dari sektor swasta. Dukungan ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan logistik kontingen dan suplemen tambahan bagi cabang olahraga unggulan. “Anggaran pemerintah terbatas, tetapi semangat tidak boleh terbatas. Kami siapkan dukungan tambahan agar atlet fokus berlatih dan bertanding tanpa terbebani persoalan biaya,” jelasnya.
Sebagai wujud komitmen terhadap kesiapan atlet, Pemkot berencana menambah hibah KONI sebesar Rp2,5 miliar pada APBD Perubahan. Hibatullah menjelaskan bahwa hibah untuk KONI Sawahlunto saat ini berjumlah Rp925 juta, termasuk dana pokok pikiran (Pokir) sebesar Rp275 juta. “Kami memahami anggaran saat ini belum memadai untuk skala sebesar Porprov XVI. Karena itu, Pemko berkomitmen menambah hibah KONI sebesar Rp2,5 miliar pada APBD Perubahan nanti,” katanya.
Penambahan anggaran tersebut diharapkan dapat mencukupi kebutuhan pembiayaan pemusatan latihan (training center/TC), operasional kontingen, serta dukungan teknis lainnya menjelang Porprov yang dijadwalkan pada Oktober mendatang.
KONI Sawahlunto juga memprioritaskan peningkatan kualitas fisik atlet dengan memastikan asupan gizi, vitamin, dan nutrisi yang memadai selama masa latihan. “Kami ingin memastikan asupan gizi atlet terjamin sesuai standar. Ini bagian dari investasi agar mereka memiliki daya tahan dan pemulihan yang baik saat bertanding,” ujar Reflita.
Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang akan diraih, Pemkot dan KONI tengah merancang skema bonus bagi atlet peraih medali emas, perak, dan perunggu. “Kami sudah memetakan besaran bonus. Atlet harus berangkat dengan keyakinan bahwa jika berprestasi, kesejahteraan mereka diperhatikan,” tutur Hibatullah.
Dengan kombinasi tambahan APBD-P dan dukungan CSR, Pemkot dan KONI Sawahlunto optimis dapat menjaga daya saing kontingen sekaligus memaksimalkan dampak ekonomi dari ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.











