Bukittinggi – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bukittinggi meningkatkan pengawasan terhadap kendaraan angkutan umum menjelang musim mudik Lebaran. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bukittinggi memfokuskan pemeriksaan ramp check terhadap bus dan truk di Terminal Bus Simpang Aur.

Pemeriksaan ini meliputi kondisi fisik, teknis, dan administrasi kendaraan. Tujuannya adalah untuk memastikan kendaraan laik jalan, aman, nyaman, serta memenuhi standar dan legalitas sebelum beroperasi.

Selain itu, Satlantas Polresta Bukittinggi juga mengintensifkan penertiban lalu lintas melalui razia hunting. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tingginya angka pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Menurut keterangan Kasat Lantas Polresta Bukittinggi, razia sistem hunting akan dilakukan secara insidentil. Petugas akan berpatroli dan langsung menindak pelanggar di tempat. “Pelanggaran berbonceng tiga sangat banyak dilakukan pengendara. Angka kecelakaan sepeda motor didominasi oleh pelanggaran ini,” ujarnya saat ditemui di Bukittinggi Pers Club, Senin (19/1/2026).

Fokus utama razia ini adalah penindakan terhadap sepeda motor yang menggunakan knalpot brong, pelanggaran kasat mata seperti berbonceng tiga, dan pengendara yang tidak menggunakan helm. Aksi balap liar yang dinilai sangat meresahkan masyarakat juga menjadi sasaran.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa dirugikan akibat balap liar untuk melaporkannya. Tindakan tersebut telah masuk sebagai tindak pidana dalam KUHP yang baru. “Berdasarkan KUHP Baru (UU Nomor 1 Tahun 2023) dan KUHAP Baru (UU Nomor 20 Tahun 2025) yang mulai efektif 2 Januari 2026, posisi warga kini lebih kuat untuk melaporkan gangguan kenyamanan,” jelasnya.

Ditambahkan, laporan masyarakat akan segera ditindaklanjuti hingga ke lokasi kejadian. Warga juga dapat melaporkan kerugian akibat kendaraan yang parkir sembarangan atau menimbulkan kebisingan yang mengganggu ketertiban umum.

Pelaksanaan razia ini juga berkaitan dengan pengecekan kelayakan kendaraan dan pengendara menjelang Operasi Ketupat. Tujuannya agar pada arus mudik nantinya tidak ditemukan kendaraan maupun pengendara yang bermasalah, termasuk pengaruh narkoba serta memastikan kondisi kesehatan jasmani dan rohani pengendara. “Pemeriksaan dimulai dari Terminal Bus Simpang Aur,” pungkasnya.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.