Jakarta – Budayawan, sastrawan, dan pegiat seni asal Sumatera Barat, Sastri Bakry, meluncurkan buku puisi tiga bahasa berjudul “Sakti” di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Rabu (10/9/2025).
Buku “Sakti” berisi kumpulan puisi dalam bahasa Indonesia, Inggris, dan Spanyol.
Peluncuran buku ini dimeriahkan dengan diskusi yang menghadirkan tiga pembicara utama, yaitu Profesor Hashim Yacoob (Malaysia), Maman S Mahayana, dan Dr. Nurul Jannah (Indonesia).
Sejumlah penyair ternama turut hadir membacakan puisi karya Sastri Bakry dan karya mereka sendiri, termasuk pembacaan dalam bahasa Inggris.
Mantan Direktur Pengawasan SDM dan Kebudayaan BPKP RI, Dikdik Sadikin, yang bertindak sebagai moderator, memuji kemampuan Sastri Bakry dalam menggunakan otak kiri dan kanannya secara bersamaan.
Maman S Mahayana menyoroti kekuatan otak kanan dan kiri Sastri Bakry yang tercermin dalam puisi-puisinya. Ia menilai puisi Sastri memberikan warna dan dimensi yang tidak umum.
Puisi Sastri Bakry dinilai memberikan aksentuasi terhadap evaluasi dan respon atas kebijakan serta perubahan sikap personal seseorang yang telah berkuasa selama 10 tahun.
“Bahkan puisi Uni Sastri memenuhi persyaratan lain dari fungsi sebuah puisi: ramalan,” ujar Maman.
Maman melihat karya puisi Sastri Bakry sebagai hasil observasi dan imajinasi seorang sastrawan terhadap berbagai permasalahan sosial.
Keberhasilan Sastri Bakry menampilkan karyanya dalam tiga bahasa menunjukkan keberhasilannya mengekspor kebudayaan Indonesia ke luar negeri.
Profesor Hashim Yacoob, Maman S Hamayana, dan Dr. Nurul Jannah memberikan tanggapan positif terhadap buku “Sakti”. Mereka menilai karya ini kuat secara bahasa dan pesan.
Acara peluncuran dibuka oleh Ketua PDS HB Jassin, Dicky Lukman Hakim, dan laporan dari Ketua Panitia Diskusi Buku, Pipiet Senja.
Pembacaan puisi dilakukan oleh Jose Rizal Manua, Fanniy J Poyk, Swary Utami Dewi, Nuyang Jaimee, Aniek Juliarni, dan Pipiet Senja.
Sejumlah undangan, termasuk Awaluddin Awe dan Yusrika Oktavianis, turut membacakan puisi Sastri Bakry.
Acara ditutup dengan pemberian penghargaan kepada pembicara, moderator, kepala PDS HB Jassin, dan pembaca puisi. MC Jingga memandu acara hingga selesai dengan foto bersama.












