Labuan Bajo – Empat warga negara Spanyol masih dinyatakan hilang setelah kapal motor Putri Sakinah tenggelam di Selat Padar, Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat, 26 Desember 2025. Tim SAR gabungan terus berupaya mencari para korban dalam insiden yang menimpa kapal wisata tersebut.
Kapal yang membawa 11 orang, terdiri dari enam WNA Spanyol, seorang pemandu wisata, dan empat anak buah kapal, tenggelam sekitar pukul 20.45 WITA. Tujuh penumpang berhasil diselamatkan.
Dua WNA Spanyol yang selamat itu bernama Ortuno Andrea dan Mar Martinez Ortuno. Sementara itu, empat korban yang masih dalam pencarian dan merupakan satu keluarga adalah Martin Carreras Fernando, Martin Garcia Mateo, Martines Ortuno Maria Lia, dan Martinez Ortuno Enriquejavier.
Kepala Bidang Humas Polda NTT Komisaris Besar Henry Novika Chandra menyatakan, sejak malam kejadian, Ditpolairud Polda NTT bersama tim SAR gabungan telah mengevakuasi korban selamat dan melakukan penyisiran intensif di laut.
Untuk mempercepat pencarian, Polda NTT mengerahkan sonar system untuk mendeteksi objek di dasar laut, ROV (drone bawah air) untuk observasi visual, serta tim penyelam profesional dari Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud). Area pencarian telah diperluas hingga radius 5,25 nautical mile dengan dukungan berbagai armada laut seperti RIB, kapal patroli KPC Ditpolairud, dan KN SAR Puntadewa milik Basarnas.
Polda NTT juga berkoordinasi intensif dengan Kedutaan Besar Spanyol, Kementerian Pariwisata, dan instansi terkait lainnya untuk mendampingi keluarga korban serta mendukung proses investigasi. “Kami memastikan seluruh penanganan dilakukan secara profesional, transparan, dan berlandaskan nilai kemanusiaan,” ujar Henry pada Senin, 29 Desember 2025.
Insiden nahas ini bermula saat KM Putri Sakinah bertolak dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar. Setelah sekitar setengah jam perjalanan, ombak besar menghantam kapal hingga menyebabkan mesin mati dan kapal akhirnya tenggelam. Tim SAR gabungan berhasil menyelamatkan Kapten KM Putri Sakinah bernama Lukman, tiga anak buah kapal, seorang pemandu wisata, serta dua WNA Spanyol.
Korban Merupakan Pelatih Tim Sepak Bola Putri Valencia
Salah satu korban yang masih hilang, Martin Carreras Fernando, diketahui merupakan pelatih tim sepak bola putri Valencia CF. Klub sepak bola Real Madrid bahkan menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tragis tersebut.
Melalui laman resminya pada Ahad, 28 Desember 2025, Real Madrid menyatakan duka cita atas wafatnya Fernando Martin yang berusia 44 tahun, beserta tiga anaknya yang turut menjadi korban dalam kecelakaan kapal tersebut, masing-masing berusia 12, 10, dan 9 tahun.
“Presiden dan Dewan Direksi Real Madrid sangat sedih mengetahui meninggalnya Fernando Martín, pelatih Women B Valencia C.F., dan tiga anaknya dalam kecelakaan perahu yang tragis di Indonesia,” demikian pernyataan resmi Real Madrid. Klub tersebut juga menyampaikan kasih sayang terdalam kepada istri Fernando, Andrea, dan putrinya, Mar, serta seluruh keluarga dan orang-orang terkasihnya, dan seluruh keluarga Valencia.












