Padang – Pemandangan memprihatinkan terlihat dari tumpukan sampah yang menggunung di sepanjang Sungai Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang. Kondisi terparah terpantau di area depan Tugu Siti Nurbaya, menjelang pintu masuk Muaro Batang Arau.
Menurut Ijek (35), seorang nelayan yang sehari-hari beraktivitas di sekitar sungai, fenomena ini terjadi setiap hari, terutama saat debit sungai meningkat. Ia menjelaskan, sampah-sampah tersebut merupakan kiriman dari hulu sungai. “Sampah yang menumpuk di sekitar kawasan Batang Arau tersebut adalah sampah yang hanyut dari hulu,” ungkapnya, Jumat (27/6/2025).
Ijek menambahkan, beragam jenis sampah dapat ditemukan di lokasi tersebut. Saat hujan deras dan debit sungai naik, batang pohon seperti pinang dan kayu-kayuan kerap kali ikut menumpuk. “Jika hujan lebat dan debit sungai naik, sampah batang pohon, seperti pinang dan kayu-kayuan sering menumpuk,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Ijek mengeluhkan dampak negatif tumpukan sampah terhadap hasil tangkapan kepitingnya. “Kalau sampah ini menumpuk dan mengapung, hasil tangkapan kami jadi turun bang. Karena dia (kepiting) tidak mau makan umpan,” jelasnya.
Keluhan serupa juga datang dari Lina (42), seorang pengunjung yang menyayangkan keberadaan sampah di kawasan Sungai Batang Arau. Ia berharap Pemerintah Kota Padang memberikan perhatian khusus terhadap masalah sampah di sekitar Batang Arau, terutama saat musim hujan. “Ya kalau bisa dibersihkan rutin. Jadi, tidak merusak keindahan kawasan ini,” tuturnya, Jumat (27/6/2025).










