Solok – Dalam kunjungan Safari Ramadan ke Masjid Nurul Yaqin, Nagari Kuncir, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, Minggu (22/2/2026), perhatian utama Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, tertuju pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia menekankan bahwa pendidikan dan keterampilan adalah kunci untuk memanfaatkan potensi alam yang melimpah.

“Kalau kita punya sawah, dengan ilmu bisa dikelola satu kali panen menjadi dua atau tiga kali panen. Hasilnya pun bisa meningkat. Karena itu, jangan ragu untuk menuntut ilmu. Sekarang kesempatan terbuka luas,” ujarnya, menyoroti pentingnya pendidikan dalam meningkatkan produktivitas.

Selain fokus pada pengembangan SDM, Muhidi juga menyinggung bencana banjir dan galodo yang melanda Sumatera Barat pada November 2025. Ia mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam penanganan dampak bencana tersebut. “Alhamdulillah, kerja keras dan kebersamaan kita membuahkan hasil. Data sudah diserahkan ke pusat, dan Pak Gubernur juga telah mempresentasikan kebutuhan daerah. Mudah-mudahan segera ada keputusan terkait besaran bantuan yang diterima Sumatera Barat,” jelasnya.

Kegiatan Safari Ramadan ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh masyarakat, perwakilan pemerintah provinsi, pemerintah nagari, Forkopimda, serta jamaah Masjid Nurul Yaqin. Kehadiran Ketua DPRD Sumbar disambut dengan antusias oleh warga yang memadati masjid.

Dalam tausiyahnya, Muhidi mengajak masyarakat untuk meningkatkan ketakwaan selama bulan Ramadan. Ia menjelaskan bahwa ibadah terbagi menjadi dua kategori, yaitu umum dan khusus. “Manusia diciptakan Allah di muka bumi ini dengan tujuan yang jelas, salah satunya untuk beribadah. Semua aktivitas yang kita lakukan dalam rangka mengharap ridha dan cinta Allah adalah ibadah,” katanya.

Lebih lanjut, Muhidi menginformasikan tentang program pelatihan vokasi bagi 5.000 pemuda dari Menteri Ketenagakerjaan. Ia mendorong generasi muda untuk mempersiapkan diri dengan memilih keterampilan yang relevan agar mampu bersaing di dunia kerja atau menciptakan lapangan usaha sendiri.

Sebagai bagian dari kegiatan tersebut, Muhidi menyerahkan bantuan untuk Masjid Nurul Yaqin berupa dana hibah Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sebesar Rp50 juta, bantuan dari Bank Nagari sebesar Rp5 juta, serta sumbangan pribadi sebesar Rp1 juta. Selain itu, diserahkan pula 40 mushaf Al-Qur’an dan satu unit mesin genset dari PLN.

Muhidi berharap masyarakat dapat memanfaatkan bulan Ramadan dengan meningkatkan ibadah di masjid dan musala, serta mengikuti kegiatan pesantren Ramadan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban dan tidak bermain petasan demi kenyamanan bersama. “Kami mengimbau masyarakat menjaga ketertiban dan tidak bermain petasan demi kenyamanan bersama,” pungkasnya.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.