Manchester – Mantan bek legendaris Manchester United, Gary Neville, menyuarakan kekhawatiran mendalamnya terhadap masa depan manajer Ruben Amorim. Neville menyebut situasi ini terasa “tak asing” setelah kekalahan memalukan 3-0 dari Manchester City. Kekalahan telak tersebut terjadi di hadapan petinggi klub seperti Sir Jim Ratcliffe dan Omar Berrada, yang menyaksikan langsung keruntuhan tim.

“Saya sudah melihat film ini sebelumnya,” ucap Gary Neville, mengacu pada pola kegagalan manajer-manajer MU di masa lalu yang berujung pada pemecatan.

Situasi Amorim kian tertekan menyusul catatan buruknya. Ia hanya mencatatkan delapan kemenangan dari 31 pertandingan Liga Inggris yang telah dilakoninya. Tiga di antaranya bahkan diraih saat melawan tim-tim yang kini terdegradasi ke Championship.

“Manchester United berada di peringkat 14, padahal baru empat pertandingan. Kita tidak bisa sampai bulan Oktober di mana Manchester United berada di peringkat 14 atau 15, jika tidak manajernya akan berada dalam masalah,” tegas Neville. “Mereka harus mulai menang dengan cepat.”

Neville menambahkan, jika pekan depan tim kembali kalah saat menghadapi Chelsea, posisi mereka berpotensi merosot lebih jauh ke peringkat 15 atau 16. “Baru lima pertandingan dan sebelum Anda sadar, Anda sudah berada di bulan Oktober dan mereka berada di paro bawah klasemen. Dan mereka tidak seharusnya berada di sana, setelah menghabiskan 200 juta pounds dan memberinya pramusim.”

“Harus ada perubahan yang cukup cepat, dan ide manajer harus segera dipahami para pemain,” pungkas Neville, menekankan perlunya adaptasi yang lebih baik dari skuad terhadap filosofi pelatih.

Namun, tidak semua pihak menyalahkan Amorim sepenuhnya. Mantan bek MU lainnya, Danny Simpson, justru menunjuk tiga pemain yang dianggapnya tidak cocok bermain di Liga Primer dan seharusnya tidak lagi menjadi andalan di starting XI.

Simpson secara spesifik mengkritik kinerja di sisi sayap. “Bola pergi ke (Patrick) Dorgu di sisi kiri. City membiarkannya menguasai bola (karena mereka tahu) dia tidak akan melukai mereka,” jelas Simpson.

Menurutnya, “Dia akan mencoba berlari naik turun sepanjang hari, tetapi kami tidak punya apa-apa di sisi sayap.” Simpson membandingkan dengan Amad Diallo yang dinilainya mampu menciptakan sesuatu sebagai wingback.

“Tetapi ketika Anda memiliki Dorgu atau (Noussair) Mazraoui atau (Diogo) Dalot, saya rasa itu tidak bisa berhasil di Liga Primer, dan mencoba menciptakan peluang,” tuturnya, menyiratkan bahwa ketiga pemain tersebut kurang efektif dalam membangun serangan.

Simpson juga mengungkapkan simpatinya terhadap striker Benjamin Sesko. “Saya kasihan pada (Benjamin) Sesko hari ini. Dia sudah berusaha tetapi tidak ada yang bisa dia lakukan,” kata Danny Simpson, menyiratkan minimnya dukungan dari lini tengah dan sayap yang membuat Sesko kesulitan.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.