Manchester – Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, sedang berada di periode krusial yang akan menentukan nasib timnya musim ini. Empat pertandingan besar menanti di depan mata, diawali dengan laga tandang berat melawan Liverpool akhir pekan ini. Hasil dari serangkaian laga ini sangat vital di tengah tekanan untuk meningkatkan performa klub.

Periode penting ini datang setelah Manchester United meraih kemenangan 2-0 atas Sunderland pasca jeda internasional, sedikit meredakan tekanan yang menyusul kekalahan memalukan dari Brentford sepekan sebelumnya. Meski begitu, jalan bagi pelatih asal Portugal itu untuk mempertahankan posisinya bersama Setan Merah masih sangat terjal.

“Ketika kami fokus, berjuang untuk setiap bola, dan bertahan sampai akhir, kami adalah tim yang bagus. Jika tidak, kami akan kalah,” ujar Amorim.

Dukungan terhadap Amorim datang dari Sir Jim Ratcliffe, pemilik minoritas klub, yang menegaskan bahwa Amorim membutuhkan waktu hingga tiga tahun untuk membangun fondasi baru di Old Trafford. Ratcliffe bahkan mengingatkan publik tentang masa-masa sulit Sir Alex Ferguson pada tahun 1986. Namun, kesabaran para penggemar tentu memiliki batas, mengingat performa Setan Merah belum menunjukkan peningkatan signifikan.

Hingga saat ini, United berada di posisi ke-10 klasemen Liga Inggris. Mereka hanya dua kali sepanjang musim ini menutup pekan di paruh atas tabel. Sejak Amorim menggantikan Erik ten Hag pada November tahun lalu, Manchester United baru mencatat 10 kemenangan dari 34 pertandingan Liga Inggris dan yang lebih mengkhawatirkan, mereka belum mampu meraih dua kemenangan beruntun.

Setelah kunjungan ke Anfield, tiga laga berikutnya yaitu melawan Brighton, Nottingham Forest, dan Tottenham. Laga-laga ini akan menjadi ujian nyata bagi Amorim untuk membangun kembali kepercayaan publik. Di atas kertas, ini adalah kesempatan bagi United untuk mengumpulkan poin dan mendekat ke zona Eropa.

Kendati demikian, sejarah berbicara lain. Musim lalu, Amorim menelan kekalahan di ketiga pertandingan tersebut. Usai kekalahan memalukan dari Brighton di Old Trafford, pelatih berusia 39 tahun itu bahkan sempat meluapkan frustrasinya secara terbuka.

“Bayangkan bagaimana rasanya bagi fans Manchester United. Kita mungkin adalah tim terburuk dalam sejarah klub Liga Inggris,” kata Amorim kala itu.

Kini, pertandingan penting melawan Liverpool menanti, dengan bayang-bayang kegagalan musim lalu yang masih melekat. Empat laga ke depan akan menjadi penentu apakah proyek Ruben Amorim di Old Trafford akan menjadi titik balik atau justru awal dari akhir perjalanannya bersama Manchester United.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.