Lisbon – Sebuah video pidato perpisahan Ruben Amorim dengan skuad Sporting CP kini beredar luas, menampilkan momen haru sang pelatih yang terlihat menangis sebelum resmi menerima jabatan sebagai pelatih kepala Manchester United. Dalam video tersebut, Amorim menyampaikan kata-kata terakhir kepada para pemainnya, menggantikan Erik ten Hag di Old Trafford.
Momen perpisahan emosional ini terjadi jelang penunjukannya sebagai pelatih Manchester United, hampir setahun lalu. Sebelum meninggalkan Sporting CP, Amorim sempat memimpin tim dalam tiga laga terakhir yang ditutup dengan manis: kemenangan telak 5-1 atas Estrela, kemenangan 4-1 atas Manchester City di Liga Champions, sertacomebackdramatis di Braga.
Perpisahan itu menjadi penutup yang indah bagi Amorim, setelah sukses mempersembahkan dua gelar Primeira Liga untuk Sporting CP. Momen tersebut terekam jelas dalam film dokumenter klub yang mengulas perjalanan musim 2024/25, memperlihatkan Amorim menyampaikan pidato emosional.
“Saya tidak suka perpisahan. Kita akan memenangkan kejuaraan. Tidak ada jalan kembali. Perbedaannya sangat besar, sangat besar,” ujar Amorim dalam cuplikan tersebut. “Apa yang kalian lakukan di babak kedua,wow!Tapi sekarang, apakah akan sulit? Ini akan sulit bagi semua orang. Kalian harus membantu Quaresma, kalian harus membantu Pote, Geny, Ivan, yang tidak pernah bermain, Esgaio. Ini akan sulit.”
Ia melanjutkan, “Kita akan memenangkan ‘sampah’ ini… Kalian luar biasa, jauh lebih baik daripada hari Selasa (melawan City), jauh lebih baik. Apa yang saya rasakan di sini di babak kedua… Gol ketiga, gol keempat, kawan-kawan, itu adalah momen sepak bola terbaik.”
Masa Sulit di Manchester United
Kontras dengan keakraban dan kesuksesan di Sporting CP, Amorim dikabarkan belum sepenuhnya menemukan formula terbaik di Manchester United. Setelah finis di peringkat 15 Liga Primer dengan 42 poin dari 38 pertandingan serta gagal di final Liga Europa musim sebelumnya, harapan membumbung tinggi menyusul belanja besar-besaran di musim panas.
Sayangnya, “Setan Merah” memulai musim dengan sulit, yang memicu keraguan atas masa depan Amorim. Namun, sang manajer mendapat dukungan penuh dari pemilik minoritas klub, Sir Jim Ratcliffe. Kemenangan 2-0 atas Sunderland sebelum jeda internasional memperkecil jarak dengan pemuncak klasemen sementara Arsenal menjadi enam poin.











