Sijunjung – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Syafii Maarif Sijunjung terus berupaya memperluas jangkauan layanan kesehatan spesialisnya. Hal ini diwujudkan melalui penambahan fasilitas dan peningkatan kompetensi tenaga medis.
Direktur RSUD Ahmad Syafii Maarif Sijunjung, Reyantis Capanay, menegaskan komitmen rumah sakit untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal. “Kami senantiasa berupaya memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat dari waktu ke waktu, termasuk dengan melengkapi sarana penunjang layanan,” ujarnya pada Senin (19/1).
Salah satu langkah konkret adalah pembangunan gedung Poli Gigi yang telah beroperasi sejak tahun 2025. Pembangunan ini menelan anggaran lebih dari Rp2 miliar. Reyantis menjelaskan, “Saat ini Poli Gigi sudah beroperasi dengan pelayanan satu dokter umum dan empat dokter spesialis.”
Selain itu, RSUD Ahmad Syafii Maarif juga berfokus pada pengembangan layanan Hemodialisa (HD). Saat ini, rumah sakit sedang mengusulkan pemenuhan sarana dan prasarana pendukung layanan cuci darah tersebut.
Kepala Bidang Penunjang RSUD Ahmad Syafii Maarif, Jalinus, menyampaikan bahwa tenaga medis untuk ruang HD telah mencukupi. “Untuk tenaga medis sudah terpenuhi, dan pada tahap awal ini kami sedang mengusulkan pemenuhan sarpras berupa empat unit alat HD,” jelasnya. Saat ini, terdapat dua dokter dan tiga perawat yang telah terlatih untuk memberikan layanan HD.
Dalam upaya merealisasikan layanan HD, Reyantis mengungkapkan bahwa pihaknya menjalin Kerja Sama Operasional (KSO) dengan PT Sinar Rodar Utama (SRU). Sesuai perjanjian yang ditandatangani pada September 2023, PT SRU bertanggung jawab dalam pemenuhan sarana dan prasarana setelah tenaga medis menyelesaikan pelatihan. “Pada tahun ini diusulkan sebanyak empat unit alat HD,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Jalinus menambahkan bahwa RSUD Ahmad Syafii Maarif juga berencana mengembangkan layanan Cathlab. Sebagian peralatan medis untuk layanan ini telah diperoleh melalui bantuan dari Kementerian Kesehatan. “Mudah-mudahan pada tahun 2026 nanti kita sudah dapat menambah ruang layanan Cathlab. Untuk alat-alat medisnya sendiri sudah tersedia melalui bantuan Kemenkes,” pungkas Jalinus, seraya menambahkan bahwa pengusulan ruang layanan Cathlab dilakukan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2026.











