Bukittinggi – Rumah Sakit Yarsi Ibnu Sina Bukittinggi menargetkan diri menjadi penopang utama Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) kesehatan di Sumatera Barat. Ambisi ini disampaikan bersamaan dengan perayaan Milad ke-56 rumah sakit.
Rumah sakit yang berdiri sejak 1969 ini diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan wisata kesehatan di Bukittinggi. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berencana menjadikan Bukittinggi sebagai kawasan Health Tourism.
Direktur RS Ibnu Sina, dr. Anemas, MARS, menyatakan, Milad ke-56 menjadi momentum penting untuk meraih Akreditasi Syariah pada akhir 2025.
Saat ini, RS Ibnu Sina berstatus Rumah Sakit Kelas C dengan 133 tempat tidur dan telah terakreditasi Paripurna oleh KARS.
Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Sumatera Barat, dr. Erman Ramli, menegaskan, RS YARSI Ibnu Sina siap bertransformasi menjadi Rumah Sakit Syariah secara menyeluruh.
Transformasi ini bukan sekadar perubahan nama, melainkan penerapan prinsip syariah di seluruh aspek pelayanan.
RS Ibnu Sina menyiapkan langkah strategis, termasuk peningkatan SDM, penguatan fasilitas, dan kolaborasi dengan Pemkot Bukittinggi.
Perayaan Milad ke-56 diawali dengan jalan santai yang diikuti oleh manajemen rumah sakit, tenaga medis, dan masyarakat umum.











