Jakarta – Legenda ikonik Manchester United, Wayne Rooney, baru-baru ini kembali mencuri perhatian publik. Mantan striker timnas Inggris tersebut mengungkapkan daftar lima bek tertangguh yang pernah ia hadapi di Liga Champions, sebuah pengakuan yang mengejutkan karena tidak menyertakan nama bek tangguh Real Madrid, Sergio Ramos.

Selama karier gemilangnya bersama Manchester United, Rooney sering berhadapan dengan bek-bek kelas dunia di kompetisi elite Eropa. Ia tercatat telah memainkan 85 pertandingan di Liga Champions, menyumbangkan 30 gol dan 21 assist, serta meraih satu trofi Si Kuping Besar pada musim 2007/2008.

Rooney, yang kini berusia 39 tahun, berbicara kepada BBC Sport dan langsung menyebut sejumlah nama pendahulu Ramos. Daftar pilihannya mencakup dua legenda AC Milan, dua bek raksasa Chelsea, serta satu bek lulusan akademi Manchester United yang sukses besar bersama Barcelona.

Berikut adalah lima bek tertangguh versi Wayne Rooney:

5. Alessandro Nesta (AC Milan)

AC Milan pada era awal 2000-an dikenal memiliki barisan pertahanan yang solid, dan Alessandro Nesta adalah salah satu pilar utamanya. Rooney menyebut Nesta sebagai perebut bola ulung yang tak terkalahkan.

Nesta memainkan peran kunci dalam dominasi Milan di Eropa, meraih dua gelar Liga Champions. Salah satunya pada musim 2006/2007, saat mengalahkan Manchester United yang diperkuat Rooney. Setan Merah tak berdaya dalam kekalahan 0-3 di San Siro.

“Kami (Manchester United) pernah bermain melawannya (Nesta) di Liga Champions tahun 2007. Dia sangat cerdas, ia selalu terlihat mengendalikan permainannya (di lini pertahanan), dan ia juga bisa bermain dengan buruk,” kenang Rooney.

Mantan striker itu juga mengingat kemenangan 3-2 atas Milan di Old Trafford, di mana ia mencetak dua gol. “Kami melawan AC Milan di Old Trafford pada leg pertama. Setelah 10 menit, saya bisa mendengarnya bernapas berat di belakang saya dan berkata, ‘Saya pikir saya sudah mengalahkannya, dia tidak akan bertahan selama 90 menit’.”

“Dia berhasil melewatinya, tetapi saya mencetak gol di menit terakhir (saat Man United menang 3-2). Tetapi di leg kedua dan alasan utama mengapa saya memilihnya (sebagai pemain bertahan terbaik), dia adalah pemain yang sama sekali berbeda, tidak bernapas berat, tidak terengah-engah.”

“Kemudian kami kalah 3-0, saya merasa kami membuat kemajuan sebagai tim, tetapi (AC Milan) memiliki tim yang luar biasa (saat itu) dan setelah pertandingan itu adalah pelajaran nyata bagi kami,” tandas Rooney tentang Nesta.

4. Ricardo Carvalho (Chelsea)

Ricardo Carvalho tidak hanya menjadi lawan Rooney di Liga Champions, tetapi juga rival di Liga Inggris bersama Chelsea. Ia adalah bagian dari salah satu pertahanan terbaik dalam sejarah Liga Utama Inggris.

Jose Mourinho, yang melatih Chelsea pada 2004, menjadikan Carvalho sebagai bek tengah mewah yang piawai mengolah bola, cocok dengan profil pertahanan rapi yang menjadi ciri khas timnya.

Carvalho pernah menghadapi Rooney di Eropa saat Chelsea kalah di final Liga Champions 2008 di Moskow. Rooney juga sering berhadapan dengannya di level internasional antara Inggris melawan Portugal.

“(Carvalho) sulit dilawan, (bek berjiwa) pemimpin yang berpengalaman, cerdik dalam caranya membuat saya diusir keluar lapangan di Piala Dunia (2006). Ia tegas, sundulannya sangat bagus, dan mampu melakukan tekel (bersih).”

“Mungkin ia sedikit dilupakan karena (kehadiran) John Terry di Chelsea. Tapi, Carvalho adalah kunci kesuksesan The Blues. Ada (profil) tersendiri dengan para pemain yang saya pilih (sebagai bek terbaik). Mereka semua pintar dan tahu trik-trik kecil,” tutup Rooney.

3. Paolo Maldini (AC Milan)

Bagi banyak penggemar sepak bola era awal 2000-an, Paolo Maldini dianggap sebagai bek terbaik sepanjang masa. Lemari trofinya yang berisi lima gelar Eropa menjadi bukti.

Maldini bertransisi dari bek sayap menjadi bek tengah perkasa dengan kemampuan membaca permainan yang tak tertandingi. Bek legendaris Italia itu mencatatkan 901 penampilan untuk AC Milan sebelum pensiun pada usia 41 tahun pada 2009.

Di penghujung karier Maldini, ia harus berhadapan dengan Rooney yang masih muda. Pertemuan singkat mereka meninggalkan kesan mendalam bagi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Setan Merah itu.

“Saya dulu menyaksikannya (Maldini) tumbuh dewasa dan dia adalah pemain ikonik. Ketika saya berhadapan dengannya, mungkin itu satu-satunya momen di mana saya merasa kagum di lapangan. Dia sangat cerdas,” buka Rooney.

“Yang sangat saya sukai adalah dia memahami jalannya lima menit berikutnya dalam pertandingan, ketika dia berbicara dengan rekan satu timnya, Anda bisa melihat mereka mendengarkan perkataanya, dia memiliki aura itu,” tambahnya.

“Pertahanannya, pembacaan permainannya, Anda pikir Anda telah melewatinya, tetapi ia akan menempatkan dirinya pada posisi yang lebih baik (untuk merebut bola).”

2. Gerard Pique (Barcelona)

Salah satu pemain Spanyol yang masuk dalam daftar Rooney adalah Gerard Pique. Rooney sangat mengenal kualitas pemain lulusan akademi Manchester United yang sukses menjadi legenda Barcelona ini.

Bek tengah setinggi 194 cm itu sempat bermain singkat di Man United dan merupakan anggota skuad Sir Alex Ferguson yang menjuarai Liga Champions pada 2008. Namun, saat itu, Pique harus bersaing dengan bek tangguh seperti Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic.

Rooney menilai Pique pantas mendapatkan pengakuan lebih, terutama karena penampilannya yang gemilang saat membawa timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia 2010.

“Seorang pemain yang pernah bermain bersama dan melawan saya. Ia masih muda di Manchester United, tetapi ia tidak mendapatkan rasa hormat yang layak. Pique bukan pemain cepat, tetapi mampu menempatkan dirinya di posisi yang sangat baik untuk mengatasinya.”

“Kemampuannya dalam mengolah bola sama baiknya dengan bek mana pun yang pernah Anda lihat dalam hal melewati garis pertahanan dan memulai serangan (dari belakang). Dia seorang pemenang, berkarakter hebat, dan menyenangkan saat bermain bersamanya,” ungkap Rooney soal kelebihan Pique.

“Masalahnya (ketika Pique) di United dia sudah tampil gemilang, secara teknis, dia fantastis, tetapi pertanyaannya adalah apakah dia mampu mengatasinya secara fisik (duel di Liga Inggris). Itu seperti lemparan koin (persaingan) antara dia dan Jonny Evans,” lanjutnya.

“Kami semua merasa saat itu Jonny (Evans) adalah pemain yang lebih baik dan lebih cocok untuk Liga Inggris). Manajer (Sir Alex Ferguson) mempertahankan Jonny dan membiarkan Gerard pergi ke Barcelona,” pungkasnya.

1. John Terry (Chelsea)

Nama teratas yang disebut Rooney dalam daftar bek terbaik yang pernah dihadapinya adalah rival abadinya di Liga Inggris, John Terry. Rooney menggambarkan setiap pertemuan dan duelnya sebagai pertandingan yang “mengerikan”.

John Terry adalah legenda dan kapten ikonik Chelsea, yang selalu memimpin The Blues dengan sikap pantang menyerah, ketegasan, dan gaya bermain yang tangguh selama rivalitas Mourinho-Ferguson.

Rooney, yang pernah berseragam timnas Inggris bersama Terry, tanpa ragu memuji rivalnya tersebut. Ia mengungkap semua kelebihan Terry sebagai bek terhebat yang pernah dihadapi legenda United itu.

“Tanpa diragukan lagi, dia (Terry) yang terbaik. Dia sangat buruk untuk dilawan. Berbicara tentang kepemimpinan, dia fantastis sebagai kapten Inggris ketika saya bermain (bersama) dengannya.”

“Cara dia bertahan, dia kuat, handal dalam duel bola udara, tidak pernah mundur dari tekel (lawan), dan menjadi ancaman dalam situasi bola mati. Dia adalah salah satu bek yang ketika Anda mendekatinya, dia akan langsung melukai Anda.”

“Dia tidak bermaksud begitu, tetapi dia akan selalu meninggalkan sesuatu pada (tubuh) Anda. Saya rasa orang-orang tidak memberinya pujian yang pantas diterimanya, dia luar biasa dengan kedua kakinya,” papar Rooney soal kemampuan Terry.

Terry berhadapan dengan Rooney sebanyak 28 kali sepanjang karier, menjadi pemain ketiga terbanyak yang pernah berhadapan dengan ikon Manchester United tersebut, di bawah Gareth Barry dan James Milner.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.