Padang – Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar) mengajak para perantau Minang di seluruh Indonesia dan luar negeri untuk bersama-sama memperkuat peran strategis PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat (Bank Nagari) dalam menopang perekonomian daerah.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi, menegaskan dukungan perantau bukan hanya bersifat sosial, namun kini diharapkan mengalir melalui jalur finansial formal.

“Kami ingin perantau tidak hanya kirim dana, tapi juga memperkuat lembaga keuangan daerah seperti Bank Nagari,” katanya dalam keterangan resmi, Minggu (20/4/2025).

Kontribusi Finansial Perantau Minang Capai Rp25 Triliun

Menurut data Bank Indonesia, total remitansi dari perantau Minang ke Sumbar pada 2023 mencapai Rp14,2 triliun. Sumber non-bank bahkan menyebutkan angka itu bisa mencapai Rp25 triliun per tahun.

Angka ini menunjukkan potensi besar yang bisa dimanfaatkan untuk memperkuat struktur pembiayaan Bank Nagari.

Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank Nagari saat ini berada pada kisaran 127%–129%, jauh di atas angka ideal nasional 84%–94%. Ini menandakan kebutuhan pembiayaan di Sumbar tidak diimbangi dengan ketersediaan dana simpanan.

“Bank Nagari butuh dana dari luar Sumbar. Para perantau bisa membantu dengan menempatkan dananya di Bank Nagari,” ujar Mahyeldi.

Ajakan: Buka Rekening Bank Nagari dari Rantau

Langkah sederhana seperti membuka rekening di Bank Nagari dan memanfaatkan layanan digitalnya dianggap bisa menjadi bentuk nyata kontribusi perantau.

Apalagi, menurut Mahyeldi, teknologi Bank Nagari sudah memadai untuk mendukung transaksi lintas wilayah.

“Dengan layanan digital yang canggih, tidak ada alasan untuk tidak membuka rekening meski di luar Sumbar,” tambahnya.

Ketua Umum DPP Gebu Minang, Oesman Sapta Odang, menyambut baik ajakan ini. Ia menyatakan, semangat membangun ekonomi dan budaya Minang memang menjadi misi utama organisasi yang menghimpun para perantau Minang tersebut.

“Kami mendukung pembukaan cabang Bank Nagari di luar Sumbar agar perantau bisa langsung berkontribusi,” katanya.

Dukungan finansial dari perantau akan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Program Unggulan (Progul) Pemprov Sumbar 2025–2030.

Mahyeldi menekankan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan diaspora Minang akan menjadi kunci untuk mencapai Sumbar yang sejahtera.

“Mari kita bangun Sumbar bersama, mulai dari langkah sederhana: membuka rekening di Bank Nagari,” tutupnya.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.