Jakarta – Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, menyatakan tidak akan menghalangi bek andalannya, Rizky Ridho, jika pemain berusia 23 tahun itu memutuskan untuk menjajal kompetisi sepak bola di luar negeri. Dengan pengalaman sebagai kapten di klub besar dan Timnas Indonesia, Ridho dinilai sudah saatnya berkarir di kancah internasional.

Souza mengakui bahwa Ridho adalah pemain berkualitas, namun ia juga meyakini bahwa tidak ada pemain yang tak tergantikan dalam sebuah tim. “Menurut saya, untuk dapat keluar negeri, itu adalah keputusan Ridho dan Persija. Saya berharap ia akan bahagia, jika itu adalah keinginannya, ia akan pergi. Itu adalah sesuatu yang tidak dapat saya kendalikan,” ujar Souza.

Pelatih asal Brasil itu menegaskan akan tetap fokus pada performa timnya musim ini, sambil menunggu langkah selanjutnya dari Ridho dan manajemen klub terkait masa depan sang bek Timnas Indonesia tersebut. “Ridho adalah pemain hebat. Namun tidak ada pemain yang tidak dapat digantikan,” tambah Souza.

Ia melanjutkan, “Ridho, seperti yang telah saya katakan adalah pemain penting bagi kami. Namun jika ia mendapat tawaran yang bagus dan ingin pergi, dan menurut Persija (transfer) itu masuk akal… (maka bisa saja ia hengkang).”

Peran Rizky Ridho di skuad Macan Kemayoran memang sangat krusial. Sebagai kapten tim, ia menjadi tembok kokoh di jantung pertahanan. Musim ini, Ridho telah tampil dalam enam pertandingan dan berhasil menyumbangkan satu gol bagi Persija.

Dalam beberapa bulan terakhir, Rizky Ridho kerap digadang-gadang akan segera merumput di liga luar negeri. Meskipun pada akhirnya ia memilih untuk tetap bersama Persija musim ini, banyak pihak menilai pengalamannya sudah cukup menjadi bekal untuk berkarir di luar negeri.

Dibesarkan di Persebaya Surabaya dan seangkatan dengan Marselino Ferdinan, Ridho kemudian hijrah ke Persija Jakarta hingga saat ini. Dibandingkan rekan seangkatannya seperti Pratama Arhan, Asnawi Mangkualam, serta Marselino Ferdinan yang sudah lebih dulu berkarier di luar negeri, langkah Ridho bisa dibilang agak terlambat.

Namun, di sisi lain, penempaan diri yang lebih lama di liga lokal memberinya jam terbang yang cukup. Hal ini diharapkan membuat Ridho lebih siap secara fisik maupun mental saat bermain di kompetisi luar negeri, memungkinkannya bersaing ketat dengan pemain asing lainnya.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.