Padang Pariaman – Ribuan warga memadati Masjid Raya Al Mukhni, Sabtu (18/10), untuk mengikuti tradisi makan bajamba. Kegiatan ini menutup Festival Padang Pariaman Mauluik Gadang 2025.
Festival selama tiga hari ini bertujuan memperkuat tradisi Islam, khususnya aliran Syatariah. Tradisi ini merupakan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTbI).
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menyatakan festival ini mendapat respon positif dari masyarakat. Banyak warga memberikan jamba (makanan) dan sedekah.
Maulid Nabi di Padang Pariaman berlangsung selama tiga bulan, mulai 12 Rabiul Awal. Tradisi ini meliputi malamang (membuat lemang), badikia (membacakan sarafal anam), dan santok (makan bersama dalam jamba).
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berencana menyelenggarakan kegiatan serupa setiap 12 Rabiul Awal. Kegiatan ini akan diisi dengan berbagai tambahan tanpa menghilangkan nilai tradisi.
Tokoh agama setempat, Syafrizal Efendi Tuangku Bagindo, mengatakan Maulid Nabi di Padang Pariaman menunjukkan kebersamaan dan menumbuhkan jiwa sosial. Kegiatan ini juga menjadi momentum melanjutkan pembangunan rumah ibadah.










