Bukittinggi – Pemerintah Kota Bukittinggi tengah berupaya mengoptimalkan pendapatan daerah melalui program revitalisasi Pasar Bawah. Fokus utama dari program ini adalah perbaikan infrastruktur dan peningkatan efisiensi pengelolaan keuangan pasar.
Menurut keterangan yang disampaikan oleh Ramlan Nurmatias beberapa hari lalu, revitalisasi Pasar Bawah merupakan bagian integral dari Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Tujuan utamanya adalah mengubah citra pasar tradisional menjadi lingkungan yang lebih bersih, nyaman, dan dikelola secara transparan. “Kita ingin menghapus kesan kumuh,” ujarnya.
Rencana perbaikan fisik mencakup penggantian lantai dengan material batu alam, pembenahan sistem drainase, serta penertiban pedagang kaki lima. “Selain lantai yang lebih estetis, akses pengunjung harus lapang dan nyaman,” kata Ramlan, menekankan pentingnya kenyamanan pengunjung.
Selain aspek fisik, Pemko Bukittinggi juga menyoroti potensi peningkatan PAD dari Pasar Bawah. Ramlan mengungkapkan bahwa potensi PAD pasar tersebut seharusnya melebihi Rp1,4 miliar per tahun dari 1.400 kios yang ada. Namun, realisasi saat ini baru mencapai sekitar Rp1,1 juta per hari.
Untuk mengatasi masalah ini, Pemko Bukittinggi akan menerapkan sistem penagihan langsung atau “Jemput Bola” mulai Senin depan. Sistem ini melibatkan kerjasama dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) untuk memungut retribusi harian langsung dari para pedagang. “Retribusi kita murah, hanya Rp3.000 per hari sudah termasuk sampah. Dengan melibatkan BPR, tidak ada lagi celah kebocoran,” jelasnya. Dana retribusi akan langsung disalurkan ke sistem perbankan.
Pemerintah Kota juga akan mengambil tindakan tegas terhadap para penunggak sewa kios. Bekerjasama dengan Jaksa Pengacara Negara, Pemko berencana menyegel kios-kios yang menunggak sewa hingga lima tahun. Aset-aset yang terbengkalai ini akan diambil alih dan ditawarkan kepada pedagang baru. Sebagai insentif, Pemko menjanjikan pembebasan biaya sewa selama beberapa bulan pertama bagi pengelola baru yang berkomitmen.
Ramlan menekankan bahwa pasar memiliki peran penting sebagai representasi kota. “Pasar adalah wajah kota. Jika pasarnya rapi dan manajemennya bersih, ekonomi masyarakat pasti akan ikut terangkat,” pungkasnya.











