Solok – Kabupaten Solok terus memacu pembangunan infrastruktur dengan merampungkan sejumlah proyek strategis, termasuk Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) Taratak Gundi–Alahan Panjang. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan perekonomian wilayah.

Zigo Rolanda, Anggota Komisi V DPR RI, menyatakan bahwa keberhasilan pembangunan jalan ini adalah hasil kolaborasi antara DPR RI dan Kementerian PUPR. “Program Inpres Jalan Daerah ini bukan hal baru,” ujarnya, “Prosesnya dibahas melalui Kementerian PUPR dan DPR RI, khususnya Komisi V sebagai komisi teknis. Untuk Kabupaten Solok, alokasi anggaran yang kita perjuangkan cukup besar.”

Rolanda menjelaskan bahwa Kabupaten Solok menerima alokasi anggaran sebesar Rp8 miliar pada tahap awal, diikuti Rp12 miliar pada tahap kedua, dengan nilai kontrak terealisasi sekitar Rp11 miliar. “Alhamdulillah, seluruh pekerjaan Inpres jalan ini sudah selesai dan manfaatnya sudah bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

Selain jalan, program Inpres Irigasi juga menyasar tujuh lokasi di Kabupaten Solok. Rolanda memastikan bahwa seluruh pekerjaan berjalan sesuai jadwal tanpa kendala. “Untuk Inpres irigasi, Alhamdulillah tidak ada keterlambatan. Semua berjalan sesuai jadwal,” ucapnya.

Partisipasi aktif masyarakat Kabupaten Solok dinilai menjadi faktor penting dalam kelancaran pembangunan. “Saya yakin dan percaya, masyarakat Kabupaten Solok selalu mendukung pembangunan. Itu yang membuat seluruh pekerjaan bisa diselesaikan dengan baik,” kata Rolanda.

Rolanda juga memaparkan sejumlah pembangunan strategis lain yang tengah dan akan dilaksanakan, termasuk pembangunan jalan Air Dingin senilai Rp220 miliar. “Pemenang tender sudah ditetapkan pada 16 Desember lalu. Saat ini peralatan sudah mulai dimobilisasi dan pekerjaannya direncanakan berlangsung selama dua tahun anggaran,” jelasnya.

Pembangunan dua jembatan dengan total anggaran sekitar Rp293 miliar, yakni Jembatan Pisau Hilang di Surian yang telah rampung, serta Jembatan Air Dingin yang sempat mengalami keterlambatan, juga menjadi fokus perhatian.

Penerangan jalan nasional di kawasan pinggir danau, yang merupakan destinasi unggulan Sumatera Barat, juga menjadi prioritas. “Danau Kembar dan Alahan Panjang adalah primadona wisata Sumbar. Akses jalan dan penerangannya harus representatif agar kawasan ini semakin dikenal dan nyaman dikunjungi,” ujar Rolanda.

Elsa Putra Friandi, Kepala BPJN Sumatera Barat, menjelaskan bahwa program Inpres yang diperjuangkan tersebut telah melalui proses pembahasan lintas kementerian. “Program ini dibahas di Kementerian Keuangan, kemudian dimatangkan dan difinalisasi di DPR RI,” katanya.

H. Chandra, Wakil Bupati Solok, menyampaikan apresiasi atas peran Rolanda dalam mengawal pembangunan infrastruktur di daerahnya. “Kami berterima kasih kepada Pak Zigo Rolanda dan jajaran Balai Jalan. Pada tahun 2025, Kabupaten Solok mendapatkan dua program Inpres Jalan Daerah dengan total anggaran sekitar Rp22 miliar,” ujarnya.

Chandra berharap, pembangunan infrastruktur yang terus dikawal Rolanda dapat memperkuat konektivitas wilayah, mengembangkan sektor pariwisata, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Solok.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.