Padang – Pesta pernikahan putra Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Muhammad Taufiqur Rahman dengan Reza Yuneri Putri, menjadi sorotan publik.
Bukan karena kemeriahan acara, melainkan karena dampak lalu lintas yang ditimbulkan di Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum), tepatnya di Kecamatan Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, khususnya akun Instagram @matarakyatsumbar_id, tampak tenda pernikahan berdiri di sisi jalan hingga memakan sebagian badan Jalinsum.
Kemacetan pun tidak terelakkan. Kendaraan dari arah Kota Solok maupun arah sebaliknya terlihat menumpuk dan harus bergantian melintasi jalur sempit tersebut.
Kondisi makin parah karena banyaknya kendaraan tamu undangan yang parkir di bahu jalan.
Situasi tersebut menimbulkan reaksi negatif dari warganet. Di kolom komentar unggahan video, berbagai kritik dan sindiran keras dilontarkan. Banyak yang menilai pesta tersebut mengesampingkan kepentingan umum.
“Bukan dapat restu, tapi pernikahan dengan hujatan orang banyak,” tulis salah satu akun.
Sementara akun lainnya menyoroti penggunaan fasilitas umum demi kepentingan pribadi.
Tak sedikit warga yang mengaku terjebak kemacetan cukup lama.
Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, sejumlah pengendara harus menghabiskan waktu hingga dua jam untuk bisa keluar dari kemacetan di sekitar lokasi pesta.
Klarifikasi Pemprov Sumbar

Menanggapi sorotan publik, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Sumbar, Mursalim, menyampaikan klarifikasinya. Ia membenarkan bahwa kemacetan terjadi saat pesta pernikahan anak Gubernur berlangsung.
Namun ia menampik tudingan bahwa jalan ditutup untuk acara tersebut.
Menurut Mursalim, kemacetan disebabkan oleh datangnya rombongan pejabat secara bersamaan, termasuk Gubernur Sumbar, Bupati Sijunjung, dan Wakil Bupati Solok, yang membuat arus lalu lintas tersendat sejenak.
Ia menegaskan bahwa tidak ada penutupan jalan, dan bahwa pihak keluarga telah mengantisipasi dengan memastikan tenda tidak memakan bahu jalan.
“Saya ada di lokasi, tidak ada jalan yang ditutup. Video yang beredar itu adalah suasana ketika rombongan Gubernur Sumbar dan Bupati Sijunjung serta Wabup Solok datang bersamaan,” kata Mursalim di Padang, Minggu (13/4/2025).
Terkait lokasi acara, Mursalim menjelaskan bahwa penyelenggaraan pesta merupakan tanggung jawab dari keluarga mempelai perempuan. “Itu keluarga cewek. Saya tidak bisa komentar,” ujarnya singkat saat dikutip dari Detik.
Meski lalu lintas disebut telah kembali normal usai kemacetan, Mursalim tetap menyampaikan permohonan maaf atas nama Gubernur dan pihak keluarga kepada masyarakat yang terdampak, baik secara langsung maupun tidak.
Ia menyebut kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi untuk kegiatan serupa di masa depan.












