PAINAN – Anggota DPD RI, Irman Gusman, menyatakan dukungan terhadap pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Renah Indojati di Pesisir Selatan. Dukungan ini disampaikan saat bertemu dengan Wakil Ketua DPRD Pessel, Dani Sopian, Kamis (24/7/2025).

Irman Gusman menilai, DOB Renah Indojati akan memperkuat posisi sosial dan ekonomi daerah, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil.

“Sekaligus, untuk memangkas ketimpangan pembangunan dan mendekatkan layanan publik,” ujarnya.

Dani Sopian menjelaskan, pemekaran Renah Indojati sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Pesisir Selatan 2025-2045.

“Pemekaran ini murni untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, wilayah selatan Pesisir Selatan selama ini kesulitan akses karena jaraknya jauh dari ibu kota kabupaten.

Wacana pemekaran Renah Indojati sendiri telah bergulir sejak tahun 2000.

Bahkan, persyaratan administrasi sempat dibahas di DPR RI pada 2012, namun terhambat moratorium.

Renah Indojati direncanakan mencakup enam kecamatan, yaitu Air Pura, Pancung Soal, Basa Ampek Balai Tapan, Ranah Ampek Hulu Tapan, Lunang, dan Silaut.

Kepala Bappeda Litbang Pesisir Selatan, Hadi Susilo, menambahkan bahwa Renah Indojati termasuk dalam isu strategis RPJPD.

“Wilayah ini berada di segitiga emas, berbatasan dengan tiga provinsi: Sumbar, Jambi, dan Bengkulu. Ini posisi yang sangat strategis,” jelasnya.

Pusat pemerintahan Renah Indojati rencananya akan berlokasi di Bukit Buai, Nagari Bukit Buai Tapan, Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan.

Pemerintah daerah juga telah menyiapkan rencana pengembangan Kota Terpadu Mandiri (KTM) Silaut untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis industri sawit dan wisata.

Irman Gusman mengakui, tantangan masih menghadang, terutama pada tahap legislasi di DPR RI dan perubahan regulasi terkait pemekaran.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.