Madrid – Real Madrid kembali menunjukkan ketertarikan pada bintang Liverpool, Ryan Gravenberch. Gelandang asal Belanda itu menjadi target terbaru Los Blancos setelah sebelumnya sukses memboyong Trent Alexander-Arnold dan dikaitkan dengan Ibrahima Konaté serta Alexis Mac Allister dari Anfield.
Menurut laporan media Spanyol, pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, secara pribadi telah meminta kepada Presiden Florentino Perez untuk mendatangkan Gravenberch. Pemain berusia 23 tahun ini dipandang ideal untuk menjadi tandem Aurelien Tchouameni dalam skema double pivot di lini tengah Madrid.
Gravenberch bergabung dengan Liverpool dari Bayern Munchen pada tahun 2023. Namun, performa terbaiknya baru terlihat musim lalu di bawah asuhan Arne Slot. Ia tampil konsisten dan berperan penting membawa The Reds menjuarai Premier League. Musim lalu, dari 37 pertandingan liga, ia menyumbang empat assist, dan musim ini telah mencatatkan satu gol serta satu assist dari empat laga.
Liverpool diperkirakan mematok harga tinggi untuk Gravenberch, yakni sekitar EUR 75 juta atau setara Rp1,4 triliun. Dengan kontrak yang masih berlaku hingga 2028, The Reds tentu tidak akan melepasnya dengan mudah.
Menariknya, agen Gravenberch, Jose Fortes, sempat mengungkapkan pada April lalu bahwa kliennya memang memiliki mimpi untuk bermain di Santiago Bernabeu. Fortes mengakui bahwa saat ini sulit karena tingginya permintaan harga dari Liverpool.
Meskipun demikian, daya tarik Real Madrid sulit ditolak oleh banyak pemain top dunia. Situasi ini bisa saja berubah di masa mendatang, tergantung pada keputusan Gravenberch sendiri.
Saat ini, Madrid sejatinya sudah memiliki lini tengah yang sangat kuat dengan nama-nama seperti Tchouameni, Federico Valverde, Eduardo Camavinga, Jude Bellingham, Dani Ceballos, hingga Arda Güler. Oleh karena itu, perekrutan Gravenberch lebih dilihat sebagai investasi jangka panjang ketimbang kebutuhan mendesak.
Los Blancos memang dikenal lihai dalam merencanakan regenerasi skuad. Jika benar-benar menginginkan Gravenberch, Real Madrid bisa saja menunggu momen yang tepat untuk memboyongnya dari Anfield.











