JAKARTA – PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), perusahaan energi milik pengusaha Happy Hapsoro, berencana membagikan dividen interim tahun buku 2025 senilai Rp 105,67 miliar. Nilai ini setara dengan Rp 25 per saham.
Sekretaris Perusahaan Rukun Raharja, Yuni Pattinasarani, menyampaikan bahwa Dewan Komisaris telah menyetujui keputusan Direksi terkait pembagian dividen tersebut.
Namun, perseroan belum merilis jadwal resmi pembagian dividen kepada para pemegang saham.
Yuni memastikan bahwa pembagian dividen ini tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha RAJA. Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan tertulis pada Senin (29/12/2025).
Rencana pembagian dividen ini muncul seiring dengan peningkatan pendapatan RAJA. Hingga kuartal III-2025, RAJA mencatat pendapatan sebesar US$ 196,04 juta. Angka ini meningkat 3,36% secara tahunan dari US$ 189,66 juta pada periode yang sama tahun 2024.
Kontributor terbesar pendapatan perusahaan berasal dari penjualan gas kepada pihak ketiga senilai US$ 106,4 juta. Kemudian disusul oleh lifting minyak dan gas sebesar US$ 37,61 juta, jasa penyaluran minyak US$ 25,75 juta, serta operasi dan pemeliharaan US$ 4,9 juta.
Perseroan juga memperoleh pendapatan dari jasa fasilitas LPG US$ 1,74 juta, jasa sewa US$ 1,57 juta, dan jasa kompresi serta transmisi gas senilai US$ 1,29 juta.
Selain itu, pendapatan dari jasa penyediaan kendaraan, tenaga kerja, dan manajemen konsultasi proyek mencapai US$ 1,08 juta. Pendapatan lain-lain tercatat sebesar US$ 2,87 juta. Pendapatan dari pihak berelasi melalui segmen engineering, procurement, and construction (EPC) mencapai US$ 5,98 juta.
Meskipun pendapatan bersih meningkat, beban pokok pendapatan RAJA juga naik menjadi US$ 139,75 juta dari sebelumnya US$ 138,24 juta.
Kondisi ini menyebabkan laba bersih RAJA hingga sembilan bulan pertama 2025 turun 8,34%. Laba bersih tercatat sebesar US$ 17,75 juta, turun dari US$ 19,36 juta pada periode yang sama tahun lalu.











