Padang – Winger Liverpool FC, Mohamed Salah, kembali meraih gelar PFA Player of the Year 2025. Ini menjadi gelar ketiga bagi pemain asal Mesir tersebut dari asosiasi pesepakbola profesional Inggris.
Sebelumnya, Salah, yang kini berusia 33 tahun, telah meraih penghargaan serupa pada tahun 2018 dan 2022. Raihan ini menjadikan Salah sebagai pemegang rekor peraih PFA Player of the Year terbanyak.
Mantan rekan setim Salah, Daniel Sturridge, menilai kemenangan ini tidak mengherankan. Ia menyebut Salah sebagai sosok pesepak bola yang sangat disiplin dan tekun.
“Melihat bagaimana Mo (Salah) menjaga kestabilan kondisi tubuhnya, kegilaannya buat berada di pusat kebugaran, dan diet ketat tanpa kendur, maka penghargaan itu pantas didapatnya,” ujar Sturridge.
Salah sendiri mengungkapkan rahasia kebugarannya dalam sebuah wawancara. Ia mengaku telah mengurangi konsumsi roti putih dan menggantinya dengan roti gandum.
“Kamu perlu mengurangi roti atau setidaknya makan roti bebas gluten,” ungkap Salah.
Selain itu, Salah juga menekankan pentingnya mengurangi konsumsi susu, keju, gula, serta memperbanyak konsumsi sayuran hijau.
Brokoli, ubi jalar, ikan, ayam, dan salad merupakan makanan favoritnya. Sementara jika makan di restoran bersama keluarga, sushi menjadi pilihannya.
“Saya mengizinkan tubuh saya makan pizza, tapi hanya sebulan sekali. Saya pun menyukai burger tetapi saya selalu menghindarinya jika bisa dan ada makanan lain,” terang Salah.
Sebagai seorang Muslim yang taat, Salah juga tidak mengonsumsi alkohol. Menurutnya, menghindari alkohol berdampak positif bagi tubuh, salah satunya mempercepat pemulihan pasca cedera.
Ahli gizi Intra Performance Group, dokter Rob Naughton, menjelaskan bahwa karbohidrat adalah bahan bakar utama bagi pesepak bola, namun asupannya perlu diatur secara berkala.
“Pesepak bola dalam periode latihan akan menurunkan sedikit kebutuhan karbohidrat. Tetapi kemudian ketika Anda sedang mempersiapkan diri untuk pertandingan, Anda perlu meningkatkannya,” kata Naughton.
Naughton menambahkan bahwa pasta bebas gluten merupakan pengganti terbaik untuk roti. Pasta biasa dapat menyebabkan kembung, sementara pasta bebas gluten dapat menghindarinya.












