Padang – Di tengah upaya pemulihan pasca-bencana banjir bandang dan longsor, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat tetap berkomitmen untuk meningkatkan profesionalisme anggotanya melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari di Edotel Padang, dimulai pada Rabu (3/12), dengan fokus pada peningkatan kompetensi dan integritas wartawan.
UKW kali ini diikuti oleh sejumlah wartawan dari berbagai media, yang terbagi dalam empat kelompok uji. Satu kelompok mengikuti jenjang Utama, sementara tiga kelompok lainnya mengikuti jenjang Madya. Setiap kelompok terdiri dari enam peserta yang diuji kemampuan jurnalistiknya, mulai dari teknik penulisan hingga pemahaman etika pers.
Untuk menjaga objektivitas dan standar yang tinggi, PWI menugaskan empat penguji nasional. Khairul Jasmi bertugas sebagai penguji untuk jenjang Utama, sementara Sawir Pribadi, Amril Jambak, dan Syam Irfandi menguji jenjang Madya.
Ketua PWI Sumatera Barat, Widya Navies, menyampaikan apresiasinya atas semangat para wartawan untuk terus meningkatkan kompetensi, meskipun daerah masih dalam suasana duka. “Pelaksanaan UKW ini penuh perjuangan,” ujarnya, “Namun semangat kawan-kawan wartawan untuk meningkatkan kompetensi tidak pernah padam. Saya optimis seluruh peserta akan mampu lulus dengan kompeten.”
Sekretaris Dinas Kominfo Sumbar, Oni Fajar Syahdi, yang mewakili Kepala Dinas Kominfo Sumbar dalam acara pembukaan, menyoroti pentingnya kompetensi wartawan di era informasi yang melimpah. Ia menekankan bahwa wartawan yang kompeten memiliki peran krusial dalam menyajikan informasi yang akurat dan berimbang kepada publik.
“Keberadaan wartawan kompeten akan sangat berperan dalam memastikan publik memperoleh informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Oni. Ia juga memberikan penghargaan kepada PWI Sumbar atas komitmennya dalam menyelenggarakan UKW, meskipun daerah masih dalam masa pemulihan.
Peserta yang berhasil lulus dalam UKW ini akan menerima sertifikat kompetensi, sebagai bukti pengakuan atas profesionalisme mereka dalam menjalankan tugas jurnalistik. Sertifikasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pemberitaan dan kepercayaan publik terhadap media.











