Lubuk Sikaping – Kejaksaan Negeri Pasaman menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan media, khususnya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pasaman, melalui pertemuan silaturahmi yang berlangsung pada Selasa (23/12/2025). Langkah ini dipandang sebagai upaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas lembaga kejaksaan di mata publik.

Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman, Hendi Arifin, didampingi Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, Agung Malik Rahman Hakim, menyambut baik kunjungan perwakilan PWI Pasaman. Arifin menyampaikan apresiasi atas peran penting media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. “Sewaktu saya berdinas di Lubuk Basung, Kabupaten Agam, kantor PWI adalah kantor kedua saya karena saya sangat senang mendapatkan informasi dari rekan-rekan media,” ujarnya.

Lebih lanjut, Arifin menjelaskan bahwa moto “Jaksa: Jadikanlah Kami Sahabat” menjadi landasan dalam membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Pasaman. Ia mengharapkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk media, dalam menyukseskan program-program kejaksaan. “Kami ingin seluruh stake holder yang ada di Kabupaten Pasaman untuk mendukung seluruh kegiatan Kejaksaan Pasaman, karena kalau tidak ada dukungan dari seluruh lapisan masyarakat program tidak akan terlaksana dengan baik,” jelasnya.

Amri, Sekretaris PWI Pasaman, yang mewakili Ketua PWI Pasaman, Hendra Saputra, menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh Kejaksaan Negeri Pasaman. Ia menegaskan bahwa PWI Pasaman berkomitmen untuk menjalin kemitraan yang profesional dan berimbang dengan kejaksaan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. “Sinergi antara pers dan kejaksaan menjadi salah satu kunci dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas publik,” katanya.

Ekie Noprismond, Ketua Bidang Organisasi PWI Pasaman, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memelihara hubungan baik yang telah terjalin selama ini.

Dalam suasana yang akrab, silaturahmi tersebut diisi dengan diskusi ringan dan canda tawa. Perbincangan juga menyinggung sejarah tokoh pahlawan nasional asal Sumatera Barat, Tuanku Imam Bonjol, sebagai simbol semangat perjuangan dan nilai kebangsaan. Arifin menyatakan kekagumannya terhadap wartawan di Pasaman yang memiliki pemahaman mendalam tentang sejarah Tuanku Imam Bonjol. “Di Pasaman ada juga wartawan yang menguasai sejarah Tuanku Imam Bonjol,” pungkasnya.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.