Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi triwulan IV tahun ini masih di atas 5,5 persen, meskipun banjir melanda tiga provinsi di Sumatera pada akhir November lalu.

Menurutnya, bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sedikit memengaruhi pertumbuhan ekonomi di triwulan IV-2025.

“Berdampak, tapi tidak sampai memperlambat terlalu signifikan. Apalagi nanti kalau ada perbaikan-perbaikan fasilitas bangunan dan lain-lain itu akan mendorong ekonomi sedikit,” ujarnya usai rapat dengan Komisi XI DPR, Kamis (4/12/2025).

Sebelumnya, Purbaya sempat memperkirakan pertumbuhan ekonomi di kuartal IV berada di rentang 5,7 persen. Ia mengakui banjir di Sumatera berpotensi memengaruhi target pertumbuhan tersebut.

“Kemungkinan selalu ada, cuma berapa persen? Saya pikir (pertumbuhan ekonomi) masih akan di atas 5,5 persen,” katanya.

Pemerintah, kata Purbaya, menyiapkan langkah mitigasi dengan memonitor kondisi keuangan di sistem finansial. Sebelumnya, pemerintah telah menggelontorkan dana Rp 200 triliun dan Rp 76 triliun ke bank konvensional. Ia menegaskan akan menambah dana ke perbankan jika diperlukan untuk mendorong perekonomian.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekonomi di Pulau Sumatera pada kuartal III lalu tumbuh 4,9 persen. Sumatera merupakan penyumbang terbesar kedua struktur produk domestik bruto nasional setelah Pulau Jawa, dengan kontribusi sebesar 22,42 persen terhadap perekonomian Indonesia.

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menekankan pentingnya percepatan pemulihan ekonomi di wilayah Sumatera pascabencana banjir. Hal ini untuk mencegah dampak krisis berkepanjangan terhadap kesejahteraan masyarakat dan stabilitas perekonomian daerah.

“Pemulihan pascabencana tidak bisa hanya terbatas pada rekonstruksi fisik bangunan, tapi harus menyentuh langsung pada upaya menghidupkan kembali jantung perekonomian rakyat,” tegas Misbakhun.

Komisi XI DPR RI, lanjutnya, akan mengawasi ketat realisasi anggaran dan program pemulihan di wilayah Sumatera. Ia juga meminta OJK dan perbankan segera mengkaji kemungkinan penerapan relaksasi kredit atau restrukturisasi utang bagi debitur yang terdampak langsung oleh bencana di Sumatera.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.