Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan adanya laporan mengenai petugas Bea Cukai yang dinilai tidak pantas saat menjalankan tugas. Petugas tersebut dilaporkan sering terlihat nongkrong di kafe dengan pakaian dinas dan membahas bisnis aset. Purbaya menegaskan akan menelusuri kebenaran informasi ini dan menindak tegas pelakunya.

Pengaduan yang masuk ke akun WhatsApp “Lapor Pak Purbaya” itu merinci bahwa petugas Bea Cukai terlihat di sebuah kedai kopi ternama, lengkap dengan laptop, mengadakan rapat dengan rekan sesama petugas maupun aparat lain berbaju preman. Topik pembahasan mereka disebut selalu seputar bisnis aset, mulai dari pengamanan aset baru, kiriman mobil, hingga cara penjualannya. Pelapor, seorang wiraswasta, merasa risih melihat mereka bergerombol dan mengobrol keras-keras seharian dengan seragam dinas.

“Ini akan ditindak. Ini lengkap tempatnya, alamatnya. Jadi pasti bisa kami kejar. Kalau ada yang ketemu begini lagi,” kata Purbaya kepada awak media di Jakarta, Jumat, 17 Oktober 2025. Ia menyatakan tindakan semacam itu sebagai sesuatu yang tidak patut dicontoh.

Purbaya mengaku baru mengetahui ada pejabat atau petugas di lingkungan Kementerian Keuangan yang tidak mampu menjaga sikapnya saat berada di tengah masyarakat. “Jadi saya baru tahu, walaupun saya sudah menggebrak-gebrak. Artinya mereka memang enggak peduli. Dianggap saya main-main,” ucapnya penuh kekesalan.

Mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ini meminta anak buahnya untuk tidak lagi melakukan tindakan serupa. Ia mengancam akan memecat dan mempersulit hidup siapa pun yang melanggar. “Enggak kira-kira lu. Saya akan pecat, saya persulit hidupnya,” tegas Purbaya.

Selain laporan tersebut, Purbaya menerima total 15.933 pesan melalui akun WhatsApp “Lapor Pak Purbaya” dengan nomor 082240406600. Dari jumlah itu, sebanyak 2.459 laporan berisikan pujian terhadap kinerja Kementerian Keuangan.

Sebelumnya, Purbaya memang telah mengajak masyarakat untuk melaporkan segala masalah terkait pajak, bea dan cukai, pelayanan, atau keluhan mengenai “pegawai ngaco” melalui saluran tersebut. “Masalah pajak, atau pegawai ngaco, bisa ke WA saya,” kata Purbaya saat ditemui di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, 15 Oktober 2025. Ia menjamin semua laporan akan diterima dan ditindaklanjuti oleh timnya.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.