Jakarta Utara – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pujian kepada kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Pujian ini diberikan setelah peresmian alat pemindai peti kemas dan aplikasi kepabeanan berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama Trade AI.

Aplikasi Trade AI dikembangkan sendiri oleh Bea Cukai dalam waktu singkat. “Jadi kelihatan tuh orang kita pintar-pintar kalau digebuk sedikit,” ujar Purbaya kepada wartawan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (12/12/2025).

Pujian ini muncul beberapa minggu setelah Purbaya menyampaikan ancaman pembekuan Bea Cukai jika tidak segera memperbaiki kinerja.

Purbaya menyatakan masih terlalu dini untuk membahas nasib pegawai Bea Cukai yang terancam dirumahkan. Ia mengaku telah meminta waktu satu tahun kepada Presiden Prabowo untuk memperbaiki kinerja lembaga tersebut.

Langkah pembekuan Bea Cukai, menurutnya, baru akan dipertimbangkan jika tidak ada perbaikan signifikan dalam satu tahun ke depan. “Langkahnya adalah memperbaiki Bea Cukai semaksimal mungkin. Memasang teknologi sebanyak mungkin, melatih orang sebanyak mungkin,” tegasnya.

Sebelumnya, Purbaya mengungkapkan bahwa Bea Cukai terancam dibekukan karena citra buruk di mata media, masyarakat, dan pemimpin negara. Jika hal itu terjadi, lembaga tersebut bisa diambil alih oleh Societe Generale de Surveillance (SGS) seperti pada masa Orde Baru.

“Karena ancamannya serius, kalau Bea Cukai tidak bisa memperbaiki kinerjanya dan masyarakat masih tidak puas, Bea Cukai bisa dibekukan, diganti dengan SGS seperti zaman dulu lagi,” kata Purbaya di Kompleks Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Kementerian Keuangan terus berupaya memperbaiki kinerja DJBC, termasuk dengan menempatkan AI di stasiun-stasiun Bea Cukai untuk mendeteksi praktik *under-invoicing* dengan lebih cepat.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.