Sawahlunto – Gedung Pusat Kebudayaan (GPK) Ombilin di Kota Sawahlunto akan segera bersolek. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Unit Penambangan Sawahlunto menginvestasikan Rp22,5 miliar untuk merevitalisasi bangunan bersejarah tersebut.
Proyek revitalisasi ini secara resmi dimulai pada Jumat, 13 Februari 2016, dengan serah terima pekerjaan dari PT Bukit Asam Tbk kepada PT Guna Cipta Kreasi selaku kontraktor pelaksana.
General Manager PT Bukit Asam Tbk Unit Pertambangan Ombilin, YulfaiOn, menjelaskan bahwa proyek ini ditargetkan rampung dalam 180 hari kalender, terhitung sejak 13 Februari 2026 hingga 12 Agustus 2026. “Masa pemeliharaan selama 90 hari akan dilakukan oleh kontraktor PT Guna Cipta Kreasi,” jelasnya, “sementara pengawas manajemen konstruksi ditunjuk PT Agrinas Pangan Nusantara.”
Wakil Wali Kota Sawahlunto, Jeffry Hibatullah, yang hadir dalam acara serah terima pekerjaan tersebut, menyatakan revitalisasi GPK sebagai momentum penting. Ia mengatakan revitalisasi ini akan mengembalikan nilai-nilai sejarah yang terkandung dalam bangunan tersebut sejak masa Pemerintahan Kolonial Belanda. “Revitalisasi ini merupakan langkah untuk menghidupkan kembali fungsi dan nilai historis Gedung Pusat Kebudayaan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap gedung ini dapat menjadi wadah bagi berbagai acara kebudayaan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Sawahlunto. Menurutnya, revitalisasi GPK tidak hanya mempercantik kota, tetapi juga menjadi harapan bagi para pelaku seni dan budaya yang berkunjung ke Sawahlunto. Keunikan arsitektur serta nilai sejarah yang melekat pada bangunan tersebut menjadi daya tarik tersendiri.
“Gedung Pusat Kebudayaan Ombilin diharapkan dapat menjadi simbol kebanggaan Kota Sawahlunto dan berkembang sebagai pusat kebudayaan yang modern dan maju,” tambahnya. Pemerintah Kota Sawahlunto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses revitalisasi tersebut, serta berharap pengerjaan dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu.










