Subang – PT PP (Persero) Tbk mengumumkan percepatan pembangunan proyek Pelabuhan Patimban Tahap I-2 Paket 6 di Subang, Jawa Barat. Proyek Strategis Nasional (PSN) senilai Rp5,48 triliun ini kini telah mencapai 72,89 persen pengerjaan dan ditargetkan selesai lebih cepat dari rencana kontrak, demikian disampaikan pada Sabtu, 8 November 2025.
Corporate Secretary PT PP, Joko Raharjo, mengatakan seluruh pekerjaan dijalankan dengan disiplin tinggi. Fokus utama pada mutu, keselamatan kerja, dan ketepatan waktu.
“Kami optimistis dapat menyelesaikan proyek Pelabuhan Patimban lebih cepat dengan kualitas prima dan penerapan HSE sesuai standar internasional,” ujar Joko. Capaian ini, kata dia, merupakan hasil sinergi dan kerja keras seluruh tim di lapangan.
Joko menjelaskan, Pelabuhan Patimban akan menjadi simpul logistik maritim utama Indonesia. Pelabuhan ini dirancang untuk memiliki kapasitas hingga 7,5 juta TEUs.
Pelabuhan Patimban berperan vital dalam memperlancar arus ekspor-impor. Keberadaannya juga mendukung pertumbuhan industri manufaktur di kawasan Jawa Barat.
Meskipun menghadapi tantangan, seperti pasokan material reklamasi akibat penutupan izin tambang di wilayah Subang, PT PP berhasil menjaga keberlanjutan pekerjaan. Hal ini dicapai melalui koordinasi intensif dengan instansi dan mitra strategis.
Selain itu, perusahaan mengimplementasikan sistem manajemen proyek digital. Sistem ini memastikan setiap tahapan berjalan efisien, transparan, dan sesuai rencana biaya.
Kinerja proyek Patimban juga mendapatkan pengakuan nasional dan internasional. PT PP meraih RoSPA Gold Award pada tahun 2024 dan 2025. Perusahaan juga mencatat Zero Accident hingga lima juta jam kerja tanpa kehilangan waktu kerja (LTA).
“Rekor ini mencerminkan konsistensi dan komitmen PT PP dalam menjaga mutu, keselamatan, dan produktivitas,” kata Joko. Ia menambahkan, ini menjadi bukti nyata bahwa perusahaan konstruksi nasional Indonesia mampu menghadirkan karya konstruksi kelas dunia.











