Sawahlunto – Pemerintah Kota Sawahlunto tengah berupaya menyeimbangkan antara potensi keuntungan ekonomi dan perlindungan warisan budaya terkait rencana pengembangan pertambangan oleh PT Bukit Asam Unit Sawahlunto. Hal ini ditegaskan seiring dengan proses kajian yang sedang berlangsung oleh PT Bukit Asam terkait potensi dampak lingkungan, sosial, serta implikasi terhadap kawasan cagar budaya.
Menurut General Manager PT Bukit Asam Unit Sawahlunto, Yulfaizon, kajian komprehensif tengah dilakukan sebelum mengambil langkah operasional lebih lanjut. Kajian tersebut mencakup potensi dampak lingkungan, sosial, serta implikasi terhadap kawasan cagar budaya Sawahlunto sebagai kota warisan dunia UNESCO. “Rencana dimaksud masih dalam proses kajian, termasuk dampaknya terhadap kawasan cagar budaya di Sawahlunto,” ungkapnya. Pihaknya berupaya memastikan seluruh aspek dipertimbangkan secara komprehensif dan terukur.
Wakil Wali Kota Sawahlunto, Jeffry Hibatullah, menyatakan bahwa pemerintah kota menyadari potensi manfaat ekonomi dari aktivitas pertambangan PT Bukit Asam. Ia mengakui bahwa sektor pertambangan secara prinsip dapat memberikan kontribusi positif bagi daerah, seperti pembukaan lapangan kerja, penguatan ekonomi lokal, serta peningkatan pendapatan daerah.
Namun, Hibatullah menekankan bahwa manfaat ekonomi tidak boleh mengorbankan keselamatan dan kualitas hidup masyarakat Sawahlunto. “Pemerintah Kota Sawahlunto menempatkan diri sebagai penjaga keseimbangan,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa kepentingan perusahaan harus sejalan dengan kepentingan publik, dengan keselamatan, kenyamanan hidup, serta kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah terdampak menjadi prioritas utama.
Pemerintah Kota Sawahlunto memandang perlu dilakukan peninjauan dan kajian yang mendalam dan objektif sebelum rencana pengembangan pertambangan tersebut dilaksanakan. Kajian tersebut tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga mencakup dampak lingkungan, sosial, keselamatan masyarakat, serta keberlanjutan kawasan cagar budaya. “Setiap keputusan harus berbasis data dan kajian ilmiah yang kuat. Jangan sampai pembangunan hari ini justru menimbulkan persoalan baru di masa depan,” kata Hibatullah.
Rapat konsultasi publik menjadi bagian dari upaya transparansi dan pelibatan multipihak dalam proses pengambilan keputusan strategis. Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran manajemen PT Bukit Asam, tim peneliti dan akademisi terkait, unsur Forkopimda, perwakilan perangkat daerah, serta para kepala desa dari wilayah yang berpotensi terdampak. Melalui forum ini, Pemerintah Kota Sawahlunto berharap seluruh pemangku kepentingan dapat menyampaikan pandangan secara terbuka, sehingga setiap kebijakan yang diambil benar-benar mencerminkan prinsip pembangunan berkelanjutan, berkeadilan, dan bertanggung jawab.










