Padang – PSP Padang berambisi mempertahankan tren positif dalam lanjutan Liga 4 Sumatera Barat 2025/2026. Tim yang diarsiteki oleh Joni Efendi ini akan menjamu PSLA Sicincin di Stadion Haji Agus Salim pada Kamis siang. Pertandingan ini menjadi krusial mengingat PSP Padang saat ini menduduki peringkat kedua klasemen sementara.
Menjelang pertandingan tersebut, optimisme diungkapkan oleh Joni Efendi. “Kami baru saja selesai latihan, menghadapi pertandingan esok, kami optimis,” ujarnya pada hari Rabu, menunjukkan keyakinan terhadap kesiapan timnya.
Walaupun demikian, PSP Padang akan menghadapi tantangan dengan absennya Lugas Satrya Pratama akibat akumulasi kartu kuning. Menanggapi hal ini, Joni Efendi menyatakan bahwa absennya Lugas tidak akan menjadi penghalang. “Kehilangan Lugas tidak memengaruhi performa tim, karena kemampuan 24 pemain kami sama rata,” jelasnya.
Semangat juang tinggi menjadi modal utama PSP Padang dalam mengarungi kompetisi ini. Joni Efendi menegaskan komitmen tim untuk selalu memberikan yang terbaik di setiap laga. “Bagi kami setiap pertandingan, menang menjadi harga mati,” tegasnya.
Saat ini, PSP Padang berada di posisi kedua klasemen sementara, hanya terpaut selisih gol dari PSPP Padang Panjang. Sementara itu, PSLA Sicincin berada di peringkat ketiga.
Amril “Aciak” Amin memimpin PSP Padang dalam total sembilan pertandingan di Liga 4 Sumatera Barat. Sebelumnya, tim ini berhasil mengamankan enam poin penuh dari dua pertandingan melawan Josal FC dan Batang Anai FC, menandai awal yang baik dalam perayaan satu abad klub. Daftar pemain yang akan berlaga meliputi: Rafiq Effendi, Meuthio Pauriza, Muhammad Fahri Zahdi (Penjaga Gawang); Bima Prahara, Muhammad Amar Prayogi, Rahmat Satria, Sultan Ainul Yakin, Luthfi Al Anshorri, Aufa Rafiqi, Vendra Aprilianda, Agung Wijaksono (Kapten), Lugas Satrya Pratama, Feruzen Maulana, Yopi Rizal Yunanto, Muhammad Reza Wahyu Pradana, Reval Adithya, Gibran Tito Kurniawan, Allilyalum Lisanias Dilam, Syarif Hidayatullah, Kaka Muhammad Seva, Angga Safputra, Carel Syadef, Muhammad Iqbal, Syahril Maulana, Rafli Ar Rasyid, Farid Atillah, Rama Fazako Aristik, Gosner Papua Paskhalino Komboy.










