Jakarta – Produksi berita audio visual (AV) kini semakin mudah berkat kemajuan teknologi. Cukup dengan smartphone, siapa saja bisa menjadi reporter atau produser konten.

Hal ini diungkapkan oleh wartawan TV senior, Jamalul Insan, dalam kelas daring Journalism Fellowship on CSR (JFC) 2025 batch 2.

Jamalul menjelaskan, proses produksi berita AV yang dulunya rumit dan memakan waktu, kini dapat dilakukan dengan mudah menggunakan smartphone dan laptop.

“Dubbing pun tak perlu lagi ruang kedap suara, karena kualitas mic saat ini sudah sangat baik,” ujarnya, Kamis (4/9).

Meski kemudahan produksi meningkat, Jamalul menekankan pentingnya kode etik jurnalistik.

“Etika tetap menjadi landasan utama, termasuk akurasi, objektivitas, dan verifikasi,” tegas mantan jurnalis ini.

Jamalul juga mengingatkan tentang tantangan yang ada, seperti clickbait, disinformasi, polarisasi opini, dan deepfake.

Ia membagikan tips sukses memproduksi berita AV, antara lain mengenali audiens digital, menggunakan narasi visual yang kuat, fokus pada fakta, produksi cepat namun akurat, dan menggunakan gaya yang relevan.

Kelas daring JFC 2025 batch 2 diikuti oleh 13 wartawan dari berbagai media. Program ini merupakan kerjasama antara PT Tower Bersama Infrastructure dan Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.